Jumat, 09 September 2016

Agrowisata Puspa Lebo, Bukan Hanya Bermain dan Belajar Tapi Juga Bertani


Kemarin senin, masih sama sih seperti senin-senin biasanya. Masih berangkat jam setengah tujuh buat magang, masih jalan kaki ke tempat magang, masih berkutat dengan melon-melon ditempat magang, dan masih pengen cepet-cepet selesai magangnya. Tapi di senin kemarin ada sedikit serpihan kebahagiaan saya yang membuat saya sejenak lupa akan magang. Jadi, di senin kemarin tempat magang saya UPT PATPH kedatangan adek-adek SD AL Islam Sidoarjo. Memang tempat magang saya selain nanem-nanem buah dan sayur juga menyediakan jasa kunjungan semacam agrowisata edukatif gitu buat adek-adek TK dan SD. Tau sendirikan saya suka banget tuh sama anak kecil, makanya di senin kemarin saya seneng banget kedatangan mereka di tempat magang. Yah, itung-itung kegiatan baru ngedampingin adek-adek ini daripada berkutat sama melon terus, bosen.

Awalnya sih saya dan teman-teman magang tidak menemani kunjungan adek-adek SD AL Islam, tapi karena emang kami sedikit bosen dengan kegiatan magang jadilah kami meminta kepada ibu-ibu di kantor yang jadi pemandu wisata mereka buat ikut ngedampingi adek-adek ini. ternyata permintaan kami di terima dan jadilah kami mendampingi mereka. Dalam kunjungan ke UPT PATPH ini ada beberapa paket yang ditawarkan, kalau tidak salah rinciannya sebagai berikut :

Paket A :
Pengenalan Agrowisata Puspa Lebo, tour kebun, menanam tanaman sayur, mencicipi buah dan minum teh rosela.
Harga yang ditawarkan di paket A antara 8.000 – 15.000/anak. Semakin banyak jumlah pengunjung, semakin murah harga kunjungannya.

Paket B :
Pengenalan Agrowisata Puspa Lebo, tour kebun, menanam tanaman sayur, mencicipi buah, minum teh rosela, dan makan siang.
*Saya lupa harganya, nanti saya update lagi ya ke blog ini.

Paket C :
Pengenalan Agrowisata Puspa Lebo, tour kebun, menanam tanaman sayur, mencicipi buah, minum teh rosela, dan outbond.
*Saya lupa harganya, nanti saya update lagi ya ke blog ini.

Paket D :
Pengenalan Agrowisata Puspa Lebo, tour kebun, menanam tanaman sayur, mencicipi buah, minum teh rosela, outbond, dan makan siang.
*Saya lupa harganya, nanti saya update lagi ya ke blog ini.

Nah, karena adek-adek SD AL Islam memilih paket kunjungan wisata A, jadi kegiatan yang dilakukan mereka selama kunjungan adalah pengenalan Agrowisata Puspa Lebo, tour kebun, menanam tanaman sayur, mencicipi buah, dan minum teh rosela. Kunjungan kemarin lumayan cukup banyak, sekitar 150 adek-adek SD dan semuanya kelas 1. Jadi biar gak ribet dibagi menjadi tiga kelompok kecil.

Pengenalan Agrowisata Puspa Lebo
Kegiatan pertama ini adek-adek SD diajak naik ke lantai dua kantor UPT. Mereka diajak masuk kedalam sebuah ruangan yang udah ada tempat duduk serta LCD. Disana adek-adek dijelaskan apa itu agrowisata puspa lebo. Namanya juga masih bocak kelas satu SD jadi yang depan jelasin apa mereka malah mainan sendiri. Ada sih yang dengerin tapi saya gak yakin mereka menyerap semuanya. Jujur sih, bahasanya kurang anak-anak, hehe

Tour kebun Lebo

ketika masuk screen house

Setelah selesai dijelasin apa itu Agrowisata Puspa Lebo, selanjutnya mereka diajak jalan-jalan mengelilingi kebun Lebo, baik barat maupun timur. Mereka juga diajak masuk ke dalam screen house melon yang panasnya naudzubillah. Karena mereka belum pernah kali ya, jadi mereka excited banget. Tanya talinya buat apa, tanya itu tanaman apa. Tapi lagi-lagi pemandu wisatanya terlalu berat menjelaskan kepada mereka. Hmm, butuh perbaikan sepertinya.

Menanam Tanaman Sayur

ih, lutunaaaa

Selesai capek-capekan keliling kebun, adek-adek masih harus capek-capekan buat nanem tanaman sayur di polybag. Kali itu tanaman yang dipilih adalah terong. Saya kira mereka sudah capek ya keliling kebun yang menurut saya lumayan jaraknya, tapi pas waktu disuruh nanem mereka seneng banget. Mereka nanya itu tanaman apa, itu tanahnya mau dibuat apa, dan lain-lain. Ada juga kejadian adeknya gak mau pegang tanahnya soalnya tau kalau tanahnya ada pupuk kandang yang notabene dari kotoran hewan. Terus dijelasin sama temen saya kalau gak ada pupuk kandang tapi Cuma kompos baru dia mau pegang.

Mencicipi buah dan minum teh rosela
Karena memang komoditas yang diunggulkan di UPT PATPH adalah melon golden langkawi, maka adek-adek ini diberi kesempatan buat incip-incip buah melon. Ada yang bilang manis dan suka tapi ada juga yang bilang itu bukan melon karena buah melon yang dia makan gak kaya gitu. Yah, ingin hati ngejelasin kalau melon banyak varietasnya tapi takut mereka gak ngerti. Alhasil Cuma dibilang “melon banyak jenisnya, ada yang ini ada yang itu”. Mereka sih angguk-angguk, entah paham atau enggak. Pas minum teh rosela juga lucu, bilang itu bukan teh. Iya sih emang bukan teh dek, Cuma dikeringkan mirip teh. Yaa, namanya juga masih bocah jadi masih polos.

selesai nanem, jangan tanya ya gayanya wkwk

Sumpah, seneng banget bisa dikasih kesempatan ngedampingi mereka kunjungan. Selalu menyenangkan bersama anak-anak kecil ini. Masih polos, masih lugu, dan masih bisa dibilangin ini itu. Sampai-sampai ditengah kunjungan saya berpikiran buat nantinya saya pengen membuat agrowisata sendiri untuk adek-adek kecil ini. Biar nantinya banyak anak yang suka dan mau terjun ke pertanian. Biar mereka tau darimana asal nasi yang mereka makan. Biar mereka gak mainan gadget terus, biar sekali-kali menyatu dengan alam. Dan biar saya bisa terus menerus melihat tumbuhnya tanaman dan anak-anak dengan sebagaimana mestinya. Doaka saya ya, hehe

Sampai jumpa

Semoga bahagia

Rabu, 07 September 2016

Sosok Rachel Vennya dan Pelajaran Hidupnya


Okin dan Acel saat liburan di Jepang
Masih ingat sekitar dua bulan yang lalu jagad persosial mediaan dihebohkan dengan adegan panas video selebgram  Awkarin nangis-nangis karena diputusin cowoknya si Gaga Muhammad? Nah, dua harian ini jagad persosial mediaan dihebohkan lagi dengan polah tingkah salah satu selebgram/selebask yang bernama Rachel Vennya. Sama halnya dengan Awkarin, si Acel ini juga baru putus dengan pacarnya yang bernama Okin. Bedanya si Acel gak bikin video nangis-nangis ala-ala Awkarin yang kemudian booming. Bedanya juga si Acel ini gak diputusin pas cowoknya ultah. Yang menjadi penyesalan masyarakat dunia maya adalah si Acel ini putus dengan Okin lantaran si mas Okin ini selingkuh sama cewek lain terus si cewek hamil, terus minta pertanggung jawaban mas Okin tapi di lain sisi mas Okin udah ngelamar si Acel. Nah loh, gimana gak nyesek banget tuh mbak Acelnya? Ibarat udah diangkat dan disanjung tinggi-tinggi buat nikah, tiba-tiba dijatohin aja dari langit ke dalam sumur ditimbun lagi. Duh, kasian aku sama mbak Acelnya. Padahal udah tulus hati cintain mas Okin sampe apapun situasi Okin masih ada disampingnya, jatuh bangun dilalui berdua. Ulang tahun si Okin di kado gitar listrik dan motor gede tapi pas Acel ultah Cuma di kado tiket ke Bali, Acel terima-terima aja. Namanya juga udah cinta mau gimana? Lah, sekarang si Acel gantian diginiin, apa masih ada cinta untuk Okin? Embuh wes, hanya Acel dan Tuhan yang tau. 

Sek bijim, pasti kalian yang baca pada bertanya-tanya siapa sosok Rachel Vennya yang saya ceritakan tersebut? Ya gak?

Jadi Rachel Vennya ini dulu saya tau pertama di ask.fm karena sering di like-like gitu jadi nyasarlah ke beranda saya. Kemudian akun dia juga sering ada di explore saya, karena cewek keponya naudzubillah saya bukalah akun doi. Set,set,set, setelah saya kepoin ternyata doi ini semacam selebask/selebgram gitu. Followersnya banyak, banyak di endorse juga, dan sepertinya tajir. Pendek cerita saya tahu kalau Acel ini dulunya orang berada yang kemudian jatuh entah gimana ceritanya. Doi juga broken home, dia tinggal sama mamanya. Karena keterpurukan tersebut akhirnya Rachel bangkit dan semangat untuk mengembalikan finansial keluarganya seperti semula. Dan berhasillah dia dengan dua onlineshopnya dan pekerjaan dia sebagai make up artist. Kehidupannya seakan telah sempurna dari keterpurukan semenjak dia berpacaran dengan Niko/Okin. Like a relationship goal, mereka sering memamerkan foto liburan berdua, selalu nguatin satu sama lain ketika jatuh, dan baru bulan kemarin mereka melangsungkan lamaran. Tapi, ya hidup gak ada yang sempurna sob, sampai akhirnya datanglah cerita yang saya udah ceritain di atas.

sosok Acel

Hmm, sebenernya saya gak mau bahas mengenai Acel tentang kehidupannya yang mewah, glamors, bebas, dan apalah itu. Itu pilihan hidup dia, gak baik saya mengutik atau mencampurinya. Poin yang saya ingin sampaikan disini adalah mari kita cari pelajaran hidup yang mungkin bisa kita ambil dari sosok Rachel Vennya. Oke cekidot kuy

Apapun keadaan kita, kalau mau berubah, kita harus bangkit dan bekerja keras
Merasa jatuh dan terpuruk, Si Acel ingin membangkitkan perekonomian keluarganya lagi. Ia bercerita tidak ingin merepotkan mamanya yang banting tulang menyekolahkannya. Karena itu akhirnya Acel bangkit dengan menjual pil pelangsing melalui instagram. Hasil tidak akan mengkhianati usaha. Perjuangan gigih Rachel terbalas sudah. Dengan satu online shop obat pelangsing dan satu online shop bajunya akhirnya dia berhasil memperbaiki finansialnya. Dia juga berhasil jadi make up artis, meskipun jatuh bangun harus ia lalui sebelumnya. Bahkan bayaran make up 200.000 pernah ia alami.


Kreatif adalah kunci kesuksesan
Acel bercerita bagaimana ia memulai perjuangannya menjual obat pelangsing. Awalnya dia merasa berat badannya berlebih, namun untuk suntik atau sedot lemak dia tidak memiliki banyak uang. Mengetahui keluhan anaknya, sang mama memberinya suatu jamu. Setelah beberapa bulan Acel konsumsi jamu dari mamanya, ia merasakan perubahan dalam dirinya. Jamu yang diberikan mamanya berhasil membuat ia turun beberapa kilo meskipun rasanya pahit. Lalu ia bercerita kepada teman-temannya dan mereka tertarik. Melihat peluang tersebut Acel memutar kepala untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Tercetuslah ide untuk mengemas jamu tersebut dalam sebuah pil agar teman-temannya mudah mengonsumsinya. Dan ternyata ide tersebut membuka ide-ide lain untuk berusaha. Jadi ayo mulai berpikir kreatif, siapa tau itu pintu gerbangmu menuju kesuksesan.

Di bully? Gak usah terlalu dipikir, nanti malah pusing
Semakin tinggi pohon, maka akan semakin kencang angin menerpa. Sama seperti si Acel. Semakin ia terkenal, semakin banyak haters dan juga bullyan untuk dirinya. Semua berawal dari penampilannya yang selalu full make upmembuat ia banyak dikatain kalo dia itu jelek jadinya selalu pake make up. Ada juga yang bilang kalau dia suka hambur-hamburin duitnya buat liburan ke luar negeri, dan hujatan-hujatan lain. Tapi entah si Acel ini emang baik atau hanya pencitraan, ia selalu membalas hujatan tersebut dengan kata-kata yang menurut saya sih gak bales menghujat. Selalu ia sikapi dengan kepala dingin. Menurut saya sih emang harus begitu, semakin kita nyolot pasti haters itu semakin ketawa karena kita kepancing.

Pacaran yang biasa-biasa aja, kalau putus biar gak terlalu menyesal
Bahas gaya pacaran Acel sih saya gak komen banyak ya. Udah ketauan sih dari foto-foto di instagramnya kalo pacarannya hot. Suka pamer foto liburan bareng, ciuman, bahkan sebathup bareng. Sekarang giliran putus karena cowoknya ngehamilin cewek lain, gak memungkirikan kalau si Acel ini galaunya banget-banget. Hmm, ya kalau pacaran biasa-biasa aja sih kan giliran putus kita udah gak bisa nuntut apa-apa lagi kan? Iya sayang, tapi harus tau batesnyakan ya? Gak ada yang bisa menjaminkan pacaran yang kita jalani bakal berakhir di pelaminan? Mau selama apapun, se goals apapun kalau emang Tuhan gak menghendaki ya gak bakal jadi di pelaminan. Jadi, pacarannya biasa-biasa aja.

saat ultah okin. ada yg lebih hot sih, tapi kasian kalo anak kecil yg baca

Cowok selingkuhan? Jangan dikasih kesempatan kedua ya
Setelah putus dengan pacarnya karena ketahuan selingkuh, Acel menulis di akun ask.fmnya bahwa ia gak akan balikan lagi sama si mantannya itu. Ia berpendapat bahwa “suka selingkuh” itu adalah penyakit yang gak pantes di kasih kesempatan kedua. Karena sekali selingkuh, orang akan mengulangi lagi dan lagi. Jadi, buat kalian yang suka selingkuh buruan tobat gih sebelum ketauaan dan gak dikasih kesempatan kedua. Ntar nyesel loh kaya si Okin yang udah cinta mati sama Acel trus ketauan selingkuh dan Acelnya gak mau maapin.

Dan ternyata panjang juga ya postingan ini bahas si Acel. Mudah-mudahan bermanfaat ya. Ambil positifnya aja dan yang jelek-jelek dibuang aja jangan di contoh.

Eh iya, ada juga yang bilang di instagram kalo cerita putusnya Acel Okin ini settingan. Kalo aja nih putusnya Acel sama Okin Cuma settingan, saya yang akan juluki mereka pasangan paling jahat dan menyedihkan di dunia ini sampe-sampe haus popularitas bikin cerita gak jelas dan menurut saya ngehamilin orang itu adalah sebuah aib besar yang gak seharusnya di publikasikan. Intinya mereka itu menjijikan. Yah, mudah-mudahan gak settingan ya, jadi saya masih ada rasa iba ke Acel. Apapun yang terjadi kedepannya semoga kejadian ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua yang notabene sering disebut anak jaman sekarang.

Sampai jumpa
Semoga bahagia

Sabtu, 03 September 2016

17 Agustusannya Anak Magang


Hari kemerdekaan emang udah kelewat jauh, bisa dibilang bulan aja udah ganti jadi ya udah kelewat jauh. Tapi hal tersebut gak mematahkan semangat pegawai kantor dan pegawai lapang di UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Lebo untuk turut serta memperingati hari kemerdekaan Indonesia tersebut. Tempat itu, UPT PATPH adalah tempat dimana saya magang yang udah sempet saya ceritakan sedikit disini, kemarin tepatnya 2 September 2016 mengadakan rangkaian kegiatan untuk memperingati hari kemerdekaan. Rangkaian acaranya ada dua yaitu jalan sehat dan lomba-lomba. Pesertanya semua pegawai kantor, pegawai lapang, dan tentunya para peserta magang. 

Jalan Sehat Keliling Kebun

Tepat pukul 07.00 WIB kepala bagian hortikultura yaitu Ibu Suwartini membuka rangkaian acara dengan sepatah dua patah kata entah serius atau basa basi. Intinya yang saya tangkap adalah “Meskipun Hari Kemerdekaan itu di peringati 17 Agustus tapi kita harus tetap semangat untuk memperingati meskipun sudah terlambat. Tidak apa-apa terlambat dari pada tidak”. Sip sip Bu, kalau saya yang penting sih hari Jumat ceria karena gak kerja. Gak gak, itu bercanda. Saya setuju sama sambutannya Ibu, setidaknya dengan adanya kegiatan tersebut antar pegawai kantor, lapang dan mahasiswa magang bisa lebih mengenal satu dengan yang lain dan kompak biar kerjanya juga tambah semangat. Ya gak?

Hadiah jalan sehat

Jalan sehat kali ini beda dari biasanya, kalo biasanya keliling kampung, kalau ini kami hanya keliling kebun dengan total perjalanan yang kami tempuh hampir 1 Kilometer. Rute yang kami lalui yaitu dari halaman kantor lalu menuju kebun barat dilanjutkan menuju kebun tengah dan timur dan kembali lagi ke halaman kantor. Oh iya, sehari sebelum jalan sehat kami diberi kupon undian yang di akhir rute dimasukkan ke kotak pengundian. Tapi karena memang nomer saya gak dijampi-jampi jadi gak tembus deh. Eh, maksudnya karena emang lagi gak beruntung jadi gak dapet hadiah. Padahal saya udah ngincer kotak makannya. Mayan kan buat bontotin calon pacar #eeeh

Lomba ala-ala 17 Agustus

Setelah hadiah sukses di bagikan, rangkaian selanjutnya adalah lomba ala-ala 17 Agustus seperti makan kerupuk, cantol caping, dan balap karung. Karena emang udah gak pernah lomba gituan dari SD, jadi saya excited banget buat ikut semua lombanya. Lomba pertama adalah makan kerupuk, ketika nama saya dipanggil, saya langsung maju dengan penuh semangat karena inget jaman dulu saya pernah jadi juara dua lomba makan kerupuk di RW, saya yakin aja kalau saya bakalan menang. Tapi saya salah, saya lupa kalau saya bukan lomba ngelawan anak-anak sepantaran saya atau dibawah saya tapi kali ini saya ngelawan para pegawai yang udah berumur dan pasti makannya banyak. Tuh bener, awalnya aja nih saya makannya cepet tapi di tengah-tengah para pegawai usil narik-narik talinya jadi udah gak fokus lagi dan berakhirlah saya kalah baru sampai babak penyisihan :’

ayo ayo ayo

Setelah gagal di lomba pertama, saya mencoba keberuntungan saya di lomba kedua. Tapi belum apa-apa saya udah hopless aja di lomba kedua ini. Lombanya menurut saya sih emnag susah, nyantolin kawat di caping. Tau kan bentuk caping kaya gimana? Lebar gitu jadi mau lihat atas tuh susah. Alhasil saya gagal lagi di babak penyisihan :’

cantol caping

Lomba ketiga adalah lomba balap karung yang juga menjadi lomba terakhir dan harapan terakhir saya buat bisa menang. Tapi saya gak berharap banyak sih dari lomba ini mengingat saya jarang olah raga dan kondisi tempurung lutut saya yang suka-sukanya dia buat geser. Jadi saya gak terlalu ngoyo di lomba ini. ketika nama saya dipanggil saya agak seneng sih soalnya lawan saya ibu-ibu. Tapi saya gak boleh lengah, siapa tau ibu-ibu lebih roso daripada saya. Ketika dimulai ternyata saya memimpin pertandingan dan saya menang. Meskipun di tengah jalan saya udah mau jatoh dan pengen berhenti karena capek dan napas tinggal satu dua. Untung aja ada temen-temen nyorakin “ Ayo shya, mau disusul Bu Nur”, ya saya malu lah nanti kalau kalah sama ibu-ibu ini. kan saya masih muda. Eh tapi nih, giliran udah masuk final lawan anak-anak seumuran saya, saya kalah. Yah, gagal deh jadi pemenang. Huhuhu

itu saya vs ibu ibu

Meskipun gagal dapet dorprize, gagal menang lomba, mudah-mudahan saya gak gagal dapetin  dia, haha. Bukan-bukan, maksudnya meskipun saya gagal saya gak sedih kok. Namanya juga lomba, namanya juga keberuntungan. Kan saya sudah mencoba semampu saya, kalau gagal itu urusan Tuhan. Tuhan mau saya menang atau Tuhan mau saya kalah. Semua ada hikmahnya, percaya deh. Yang penting kemarin saya bahagia. Saya bahagia bisa memperingati hari kemerdekaan. Saya bahagia bisa nostalgia masa kecil saya. Saya bahagia bisa lebih akrab dengan teman-teman saya. Dan saya bahagia bisa belajar lebih sabar dan lebih ikhlas. Duh kah, saya jadi sok nasihatin dan ngehibur diri sendiri gini, hmm

Yah intinya gitulah, mau menang mau kalah yang penting tujuannya kan untuk memperingati hari kemerdekaan. Bukan begitu sobat?

Sampai jumpa
Semoga bahagia