Minggu, 14 Agustus 2016

Nyusup di School Campaignnya KKN 41 UMM


Seperti yang saya ceritakan di postingan saya sebelum ini bahwa saya sedang melaksanakan kegiatan magang kerja saya di Sidoarjo. Tetapi karena ada yang ketinggalan, akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke Malang di minggu ke dua saya. Eh, baru mulai minggu ke tiga saya dapet pesan dari teman kos kalo saya dapet surat dan paket. Karena saya penasaran setengah mampus, akhirnya weekend di minggu ketiga saya magang, saya sempatkan untuk kembali ke Malang. Dan setelah di belain ke Malang ternyata isi surat itu kartu ucapan selamat idul fitri. Ngenes gak sih Malang-Sidoarjo motoran dua jam terus ternyata dapet zonk gitu? Padahal kan ekspektasi saya dapet balasan surat dari mantan, eh maksudnya surat warisan gitu, hehe. Karena males gabut di kosan saya memutuskan untuk ikut aksinya Earth Hour Malang yang kebetulan di undang oleh mahasiswa KKN UMM di Wajak untuk mengisi materi. 


Persiapan singkat kita lakukan dan kesepakatan mengatakan bahwa volunter EHM berkumpul di McD Watu Gong untuk kemudian dijemput oleh salah satu rekan KKN 41 jam 7 di sabtu pagi 6 Agustus 2016. Setelah volunter EHM berkumpul, berangkatlah kami ke wajak yang dalam sejarah di wajak ini pernah di temukan fosil Homo Wajakensis dan di wajak ini juga pernah di bangun Jembatan Asa SCTV.

Di perjalanan menuju Wajak kami para volunter asyik sekali bercerita dari materi yang nanti akan kita berikan, flashback aksi, cerita liburan, sampai cerita mantan. Karena asyik bercerita seakan kami melupakan dua mas-mas yang sudah baik hati menjemput kami, akhirnya obrolan dengan mereka kami mulai. Dari obrolan basa-basi itu ternyata fakta mebuktikan bahwa mas-mas itu bukanlah mahasiswa yang sedang KKN melainkan salah satu masnya pacarnya KKN trus dimintain tolong gitu. Duh, masnya so baik syekali huhuuu...

Wajak Squad ( dari kiri ke kanan : Frido, Alvi, Cicit, Mbak Ucin, saya, Mbak Del, Mas Wan)

Setelah gaktausihberapalamagakngitungakhirnya kami sampai juga di tujuan kami yaitu Wajak. Kami langsung diantar ke sekolah di mana kami akan melakukan aksi di sabtu cerita tersebut. Kali ini aksi yang akan kami lakukan adalah School Campaign. Hampir sama sih sebenernya dengan aksi SC sebelumnya, bedanya disini kami gak nyari sekolah sendiri, kami tinggal datang dan ngasih materi. Rencananya aksi ini kami bakalan ngasih materi sampah dan energi yang kemudian di lanjutkan dengan role play pembuatan tempat spidol dari botol.

Sambutan hangat sangat kami rasakan ketika baru menginjakkan kaki di sekolahnya. Siswa-siswinya langsung bersalaman dan caper-caper gitu, emeuush jadinya. Belum lagi gurunya yang ramah dan teman-teman KKN yang sangat baik dan asyik.

Setelah beberapa menit berbincang dengan Mas Ali yang notabene adalah ketua dari KKN 41, akhirnya tiba juga untuk kita melakukan aksi. Materi pertama pada aksi ini adalah materi sampah yang kebetulan pematerinya adalah saya. Awalnya deg-degan, bingung juga gimana ngejelasin materi ini soalnya yang dikasih materi adalah adik-adik kelas 3 SD. Mikir bentar, dan ahaaa. Ide-ide sok ajaib muncul di kepala. Saya coba menyampaikan materi dengan sangat sederhana dan intermezo serta pengulangan dan penekanan pada kata kunci yang penting agar materinya bisa masuk ke adek-adek. Setelah saya memberikan materi dilanjutkan temen saya yang kemarin baru launching blog barunya memberikan materi. Saya duduk membaur dengan adek-adeknya di bawah, dan menurut saya si frido temen saya ini juga agak kesusahan untuk memberikan materi energi kepada anak kelas 3 SD, tapi kebingungan kita semua bisa teratasi dengan semangat adek-adek, horaaaay

Sok iye ya saya :p

Selesai materi, saatnya role play. Mendengar kata-kata tersebut adeknya senang bukan main yang menambah semangat kami yang sedang aksi. Kelas di bagi menjadi beberapa kelompok dengan setiap kelompok terdapat 4 anggota dan satu kakak pembina. Kemudian masing-masing kelompok diberi botol, lem, gunting untuk membuat role playnya. Kebetulan saya juga pegang satu kelompok untuk dibimbing dalam pembuatan kotak spidol itu. Mereka semua antusias, membantu ini itu, bercerita ini itu, aaah saya selalu suka berada diantara anak-anak kecil ini.

keriweuhan

Setelah Keriweuhan

Karena waktu yang diberikan tidak banyak, mau tidak mau berakhirlah aksi kami hari itu. Perpisahan harus kami lakukan dengan adek-adek MI Tahfidz Hidayatul Muttaqin Desa Blayu  Meskipun berpisah, tapi kami semua senang sekali karena sudah belajar bersama untuk menjaga lingkungan. Semangat ya adek-adekku, ingat jangan buang sampah sembarangan yaaa...

Selesai dari sekolah kami di jamu oleh teman-teman KKN 41. Gak nyangka, teman-teman KKN 41 super duper plus plus baiknya. Udah kami dijemput, kami juga di jamu dan diantar pulang. Semoga apa yang dilakukan teman-teman KKN 41 bermanfaat dan menjadi pahala buat teman-teman semuanya, aamiin.

Haloooo

Di perjalanan pulang selain kami nyanyi-nyanyi mengikuti lagu yang di putar mas-mas baik, kami juga cerita-cerita dan keceplosanlah ide saya untuk mengajak liburan wajak squad (saya, Mbak Del, Frido, Alvi, dan Mbak Ucin) ke pantai tiga warna. Yang dalam updatean terakhir ini kami sudah membuat grup di line, sudah booking pantai tiga warna, dan anggota yang ikut sudah 20 orang. Hmm, ditunggu saja ya updatean berikutnya dengan cerita ala saya di blog ini, semoga tidak ada halangan ya.

Dua anak cukup ya mas?

Sampai jumpa

Semoga bahagia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar