Minggu, 20 Maret 2016

Rendang dan Cheeseburger


Aku tak mengerti kenapa kita benar-benar berbeda,
Hei, cheseeburger dan rendang?

***

Aku melihatmu, menatap sorot matamu yang tajam. Seakan aku bisa melihat wajahku dalam bening mata itu. Andai kamu tahu setiap aku melihatnya, seakan aku ingin benar-benar ada didalamnya bukan hanya sekedar bayangan ataupun pantulan. Tetapi semakin aku menginginkannya, semakin aku sadar bahwa itu semua tak akan mungkin terjadi.

***

“Sekali sajalah kita makan burger, aku sudah bosan makan rendang”, pintaku padamu ketika kau lagi-lagi mengajakku untuk makan di tempat favoritmu dengan makanan favoritmu.

“Burger mahal, kira-kira ajalah kalau mau meres temen sendiri”, jawabmu dengan nada seakan-akan aku memerasmu.

“Yasudahlah, kau yang sudah janji menraktirku. Aku ikut denganmu saja”.

Senyum dengan simpul khas terukir dibibir manismu ketika aku menyetujui ajakanmu. Entah kenapa, rendang begitu berarti bagimu. Sampai, kau tak tahu ada seseorang yang menginginkan perhatian lebih darimu.

***

Entah apa yang selalu mengganggu tidur malamku, membuat hatiku selalu tidak tenang, dan memakan beberapa jam dari waktu belajarku. Aku tidak suka seperti ini, meskipun aku tahu sepertinya satu puzlle yang hilang dariku ada didirimu, tapi entah mengapa aku malu untuk mengakuinya.

Iya aku malu untuk mengakuinya. Kita benar-benar berbeda.

Kamu begitu pendiam dan cuek, tetapi dengan itu kamu bisa memikat dua, tiga, bahkan sepuluh gadis sekaligus. Ketika orang sudah mengenalmu, mereka akan senang dengan kepribadianmu. Bagiku, kamu adalah idaman para gadis-gadis diluar sana.

Berbeda denganku, aku adalah gadis periang dan mudah sekali berbicara dengan orang lain. Orang akan lebih cepat mengenalku. Tetapi, aku bukanlah idola bagi orang-orang diluar sana. Aku jauh dari kata idola, aku gadis sederhana dengan segala kekurangan.

Dan yang membuat perbedaan kita terlihat adalah hobimu dengan rendang dan aku dengan cheeseburgerku. Memang terkadang kita tak sejalan bahkan kita selalu berbeda pemikiran, tetapi dengan perbedaan itu kita jadi saling mengerti dan memahami. Ketika kita mulai bermain ataupun berdiskusi kamu tau apa yang aku inginkan dan begitupun sebaliknya.

Tetapi, satu hal yang belum bisa aku mengerti darimu adalah isi hatimu. Aku merasa kamu terlalu dingin, bahkan hawa hujan malam ini tak bisa mengalahkan dinginnya hatimu. Aku merasa kamu sedang enggan untuk membicarakan segala hal yang berhubungan dengan cinta. Dan aku merasa semua ini ada hubungannya dengan perhatian lebihmu terhadap rendang? Oh, sepertinya aku mengerti kenapa kamu begitu perhatian dengan rendang.

***

Acara pensi sekolah membuat frekuensi pertemuan kita semakin bertambah. Aku senang jika kau mengajakku berangkat bersama. Eh, sebenarnya sih aku yang meminta berangkat bersama. Tapi tak mengapalah, aku sudah senang kamu sering tersenyum kepadaku dan sering mengajakku mengobrol. Aku ingat saat kau memboncengku dan marah padaku ketika aku tak menjawab pertanyaanmu. Aku ingat saat kita membicarakan rumah atau mobil dulu yang harus dibeli nanti ketika sudah memiliki gaji sendiri. Dan aku ingat saat hujan rintik-rintik kita bercanda dan tertawa dengan obrolan sederhana, meskipun lagi-lagi aku yang memulainya. Masihkah kau mengingatnya rendang?

Aku masih ingat ketika kita secara tak sengaja terjebak hujan di depan toko diperempatan jalan. Kamu diam, akupun juga terdiam. Aku tak tahu harus memulai pembicaraan dari mana, aku terlalu canggung dengan situasi itu. Sampai akhirnya aku memberanikan diri untuk memecahkan keheningan sore itu dengan kebasa-basianku. Secara tak sengaja aku menangkap suatu pesan darimu, dan lagi-lagi ini berhubungan dengan rendang. Sekarang aku mengerti, mengapa kau suka dengan makanan satu ini dan enggan untuk menggantinya. Ternyata kamu belum bisa melupakannya, dan mulai detik itulah aku mundur secara perlahan.

Kini, rendang dan cheeseburger benar-benar sudah berbeda dan berada didunianya masing-masing. Sekarang kamu sudah memberanikan diri untuk lebih terbuka dan mulai membuka pembicaraan dengan banyak orang. Perkiraanku juga benar, sudah banyak gadis yang engkau pikat. Kamu sudah menjadi pujaan dan kalau boleh jujur aku sedikit cemburu dengan itu. Kini kau juga sudah punya teman yang sudah cocok dengan pergaulanmu. Dan aku? Iya, aku masih tetap disini sama seperti dulu. Masih menjadi cheeseburger yang periang dan suka berbicara dengan banyak orang. Bedanya sekarang cheeseburger sedikit menjauh dari rendangku.

***

Lagu “fix you” dari coldplay membuka acara pensi malam itu.

Mata yang berkaca-kaca sekarang sudah mulai basah oleh air mata. Yah, aku menangis. Pertahananku tidak kuat, aku tidak bisa menahan apa yang aku rasakan. Kenapa ketika sudah nyaman dengan seseorang harus ada perbedaan yang tidak bisa aku tembus dengan kekuatanku. Aku tidak kuat, aku hanya gadis lemah dan super biasa. Aku tidak bisa mengalahkan pesonanya dan aku tidak tahu dengan segala isi hati dan pikirannya. Aku hanya seorang cheeseburger yang menebak situasipun aku tak bisa. Aku hanya pandai membaca semua media sosialnya, kiriman facebook bahkan 6000 tweetsnya sudah selesai aku baca, namun aku hanya cheeseburger biasa. Aku tak bisa menemukan isi hatinya di media sosial itu.

***

Rendang, selesai pensi itu aku semakin paham. Aku tidak bisa mengambil satu puzlle yang ada didirimu. Bagimu aku hanya seorang cheeseburger biasa, meskipun bagiku kau adalah rendang istimewa. Aku mohon pamit untuk tidak memperjuangkan apa yang seharusnya aku perjuangkan, aku sudah terlalu sering sakit hati. Biarkan kali ini aku bisa memperbaiki hatiku meskipun tanpa kepingan puzllemu, aku rasa aku akan baik-baik saja meskipun akan terasa sakit dan ngilu setiap melihat dan bertemu denganmu. Jika kau membutuhkanku, aku akan selalu ada untuk rendangku. Sudah aku beri tahukan, aku akan tetap menjadi cheseeburgermu yang sama? Aku tidak berubah, aku hanya akan sedikit mengubah posisiku denganmu. Itu saja kok.

Rendang,

Setelah ini aku akan curhat dengan Tuhan,

Aku tidak pernah lupa menyebut namau dalam doaku, tenang saja

Bukan, bukan aku memaksa untuk bisa mengambil satu keping puzlle darimu. Tapi aku meminta Tuhan untuk menunjukkan jalan terbaiknya untuk kita.

Apa kau juga begitu rendang?



Malang, 20 Maret 2016
My favorite food Rendang dan cheeseburger
Dan hati sepertinya sudah mulai tenang, mangats nugas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar