Minggu, 31 Januari 2016

[ExploreMalang] Kondang Merak, Banyu Meneng, Selok, Sekali Jalan

A photo posted by Mari NGEtrip (@maringetrip) on

Tahun baru adalah momen yang paling meng-GALAU-kan bagi para perantau seperti mahasiswa. Mau pulang masih ada tugas dan ujian, mau keluar gak ada gandengan, kan jadinya Galau. Alhasil pasti nonton konser di TV, kalau kosannya ada TV atau pahit-pahitnya ya tidur setahun di kosan. Tiga kali tahun baruan di Malang saya melewatinya dengan berbeda-beda kegiatan. Tahun baru yang pertama Tahun 2014 saya melihat kembang api bersama teman dan menginap dirumahnya, Tahun 2015 saya melihat film bersama adek sampe ngantuk, karena kebetulan adek saya sedang berkunjung ke Malang. Dan Tahun ke tiga yaitu Tahun 2016 saya pergi ke pantai bersama teman – teman saya.

Sebenarnya saya dan teman saya itu; sebut saja namanya Alfian; tidak berencana pergi ke pantai di tahun baru. Tapi, karena suatu hal yaitu teman saya yang satunya lagi tidak bisa; sebut saja namanya Mbak Echo; di hubungi beberapa hari akhirnya kami berdua memutuskan untuk pergi ke pantainya pada malam pergantian tahun baru. Berasa nekat juga sih memutuskan untuk pergi ke pantai saat itu mengingat kita baru beberapa kali bertemu, tapi karena saya sudah kangen banget banget banget dengan pantai akhirnya saya memutuskan untuk “yuuuk cuuus lah kapan lagi ke pantai sebelum ujian”.


Setelah melewati ujian pencarian teman lagi untuk bergabung, pencarian lokasi pantai, dan pencarian barang-barang kebutuhan lainnya, akhirnya sore itu sekitar jam 3 kami berempat (saya, Desiana, Alfian, dan satu lagi temannya Alfian saya lupa namanya) berangkat dari Malang ke daerah Malang Selatan. Perjalanan sore itu tidak bisa dibilang lancar mengingat banyak orang-orang yang juga ingin menghabiskan detik-detik akhir tahunnya di pantai. Kami mengalami kemancetan dibeberapa titik yang memang sering terjadi kemacetan. Dan tepat pukul 6 sore, kami tiba juga di pantai tujuan kita yaitu Pantai Selok.

Sunset di Selok, abaikan gaya yang awakward .-.

Pantai Selok berada di daerah Malang Selatan, berada searah dengan Pantai Balekambang dan berdekatan dengan Pantai Kondang Merak serta Pantai Banyu Meneng. Jika kita ke Pantai Selok akan secara otomatis kita bisa menikmati Pantai Kondang Merak, Banyu Meneng, serta satu lagi saya lupa namanya. Kalau teman – teman ingin ke Pantai Selok teman – teman tinggal ambil saja jalan ke arah Kondang Merak. Satu meter sebelum loket Kondang merak teman-teman belok kanan ke arah loket satunya. Nah, disitu teman – teman membayar sekitar 5000 untuk masuknya. Untuk ke Pantai Selok teman-teman tinggal berjalan 50 meter. Nah, sebelum Pantai Selok itu disebelah kiri nanti akan nemuin Pantai Banyu Meneng. Setelah itu jalan 10 meter lagi baru teman-teman menemukan Pantai Selok. Kalau teman-teman mau jalan lurus lagi sekitar 20 meter teman – teman bisa menemukan satu pantai lagi yang saya lupa namanya.

Awalnya, saya dan teman-teman saya ingin berkemah di Pantai Selok. Tapi setelah hari gelap kok sepi sekali dan tidak ada lagi yang berkunjung kesana. Akhirnya kami memutuskan untuk berkemah di Pantai Banyu Meneng saja. Mengingat keamanan dan jumlah personil kita yang hanya empat. Sesampainya di Banyu Meneng kita makan kemudian bermain kartu untuk menunggu jam 12 malam. Karena kita kelelahan sebelum jam 12 malam kita sudah tepar dan sudah bersembunyi di Sbnya masing-masing.

Jam menunjukkan pukul 00.00, terlihat kembang api dari Pantai Balekambang mulai menghiasi langit-langit malam pantai selatan. Tidak mau ketinggalan, teman-teman yang berkemah di Pantai Selok, Kondang Merak dan Banyu Meneng juga berlomba-lomba untuk menyalakan kembang api meramaikan tahun baru 2016. Karena kita gak preparejadi kita harus bersenang hati dengan menyalakan kembang api yang di pegang itu. Cuma itu saja saya sama Desi sudah seneng banget hahaha. Setelah itu, kami bersiap-siap untuk pergi tidur. Tak lupa, malam itu saya berdoa sama Allah semoga terdapat banyak keajaiban di tahun 2016.


Happy New Year 2016 :)

Esok paginya, kami pergi ke Pantai Selok. Sebelum ke sana, kami menikmati sunrise di Pantai Banyu meneng. Awalnya saya bingung kenapa Pantai itu disebut banyu meneng mengingat airnya yang berombak dan gak ada meneng – menengnya sama sekali (meneng = diam). Dan baru pagi itu saya mengerti kenapa pantai tersebut dinamakan banyu meneng atau air diam karena memang di pagi sampai siang hari airnya surut dan benar – benar diam beda sama sore dan malam harinya. Yah, inget – inget aja sih pelajaran dulu angin laut dan angin darat, hehe.


Sunrise ala-ala di Banyu Meneng yang sudah kesiangan .-.


Setelah cukup puas menghabiskan sunrise di Banyu Meneng, ita langsung melanjutkan perjalanan ke Pantai Selok. Tidak seperti namanya SELOK = Sepi nan Elok, Pantai Selok pagi itu sudah ramai dengan orang-orang yang bermalam disana. Menggemaskan juga karena banyak sampah di Pantai Selok. Padahal pantainya bener-bener elok, tapi ternodai sama banyaknya sampah-sampah. Jadinya ya gituuuuulah...

Jalan tembus dari Banyu Meneng ke Selok :p

Penampakan Pantai Selok

Penampakan Sampah yang entah datangnya darimana -_-

Dengan situasi Selok yang ramai dan cukup banyak sampah, tidak menyurutkan semangat kita untuk bermain-main dengan air dan pasir, hehehe. Maklumlah sudah rindu dengan suasana pantai. Setelah bermain-main dengan air, pasir, dan karang. Berfoto selfi dengan berbagai gaya. Sekarang waktunya kita untuk pulang ke peradaban Malang karena siang itu juga saya ada kopdar dengan teman-teman blogger.

Dari kiri ke kanan, Alfian, saya, desi, temennya Alfian yang foto dengan tongsis ditancepkan ke pasir, hehe

oleh-oleh buat BPH BEM yang mau dimisioner, huhu

Melihat mirisnya kondisi Pantai Selok tersebut, saya berpesan kepada siapa saja yang membaca postingan ini yang katanya suka Travelling atau Trip atau apalah itu namanya, BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA ya. Karena saya yakin bahwa teman-teman itu sudah lulus bangku Sekolah Dasarnya. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaganya? Ingat loh, kita menikmati alam ini sebenarnya hanya meminjam dari anak dan cucu kita.


Sampai Jumpa


Semoga Bahagia

Biar tambah BAHAGIA :p
nb : maaf fotonya gak bagus soalnya foto cuma diambil dari HP LENOVO A859, kamera tidak mumpuni dan males gonta-ganti pengaturan, hehe

Sabtu, 30 Januari 2016

For your information guys


Halo, mau kasih info aja buat teman – teman yang baca blog saya beberapa hari terakhir ini akan banyak cerita tentang pengalaman travelling saya. Maaf, jika rasanya sudah basi. Iya, kejadiannya kapan dan dipostnya kapan. Tapi sayang banget kalau apa yang saya alami ini Cuma membusuk dan terurai begitu saja diingatan saya. Mengingat saya hanyalah manusia biasa yang tak luput dari lupa, maka dari itu saya menyimpannya dengan postingan di blog ini. Gak ada yang bisa menjamin kalau saya akan selalu seperti ini, akan bisa mengingat semua yang saya alami. Dengan adanya tulisan saya dalam blog ini, saya harapkan suatu hari nanti bisa mengingatkan saya tentang pengalaman-pengalaman saya, hehe


Kiss bye


Sampai jumpa


Semoga bahagia

Selasa, 26 Januari 2016

2015 Tanpa Bromo, Rindu

Bromo dua tahun lalu :(

Dua tahun berturut-turut dipertemukan dengan Bromo dan tepat di tahun 2015 saya tidak diberikan kesempatan untuk bertemu dengannya. Rindu, rindu akan sunrisenya, pasir berbisik, kawah, padang savana, serta hiruk pikuk pengunjung Bromo. Baru saja setahun tidak ketemu, di awal tahun 2016 Bromo ngambek sama sama terus tiba-tiba mengeluarkan batuk kecilnya. Duh, jangan lama-lama ya, saya sudah merindukanmu Bromo.

Tahun 2013 saya diberi kesempatan mengunjungi Bromo bersama teman – teman KOMINFO EM UB 2013. Awalnya saya gak ikut soalnya ada kakak ketemu gede saya yang nikahan dan harus balik ke Ngawi. Tapi ketika saya balik ke Ngawi orang tua saya malah ke Kalimantan, karena kesepian jadinya saya balik ke Malang setelah kakak saya nikahan dan ikut ke Bromo.

Ajes, Ami, Ashya :p

Banyak cerita lucu yang saya dapatkan saat berkunjung ke Bromo pertama kali itu dengan menggunakan motor. Pertama, pengalaman ke Bromo naik motor. Ini benar-benar pengalaman pertama seumur hidup ke tempat wisata dengan motor. Berangkat jam 00.00 dengan menggunakan motor pasti kalian tau betapa dinginnya. Rasa ngantuk juga menerpa sepanjang perjalanan. Selain itu saya juga berkali-kali spot jantung karena jalan ke Bromo yang berlika-liku seperti perjalanan cintaku, opo seh shya, hehehe. Dan diperjalanan gelap malam dengan ditemani udara dingin yang menusuk ke tulang, ada satu motor rombongan yang macet. Meskipun bukan motor saya yang macet sih tapi tetap sedih juga. Gara-gara motor macet itu jadi kita gak bisa ke penanjakan buat lihat sunrise. Awalnya sih sedih sudah jauh – jauh gak dapet sunrise, tapi keselamatan teman-teman jauh lebih penting daripada sunrise, eaaaaak.

Ala-ala 5 cm -__-

Karena dulu saya ke bromo saat usia saya masih kecil, jadi ketika sampai di bromo saya benar – benar takjub terutama ketika motor mio hitam kesayangan saya harus berjalan di lautan pasir. Susah loh, percayalah teman. Saya sarankan jangan sekali-kali ke bromo pake motor, disamping waktu habis juga bensinpun habis, capek juga. Jadi, buat pengalaman aja ya ke bromo pake motor apalagi pake mita. Tapi kalau ditanya pemandangannya, beeeeuh Subhanallah banget deh. Meskipun harus mendaki dan jalan beberapa meter saya tidak merasa rugi.

Ini yang membuat rindu

Pengalaman ke dua saya di tahun 2014 adalah ke bromo bersama teman – teman PIK EM UB 2014. Alhamdulillah, di 2014 ini saya bisa dipertemukan dengan sunrise bromo meskipun harus berjubel-jubel dengan orang tapi tetap saya syukuri. Oh iya, 2014 ini juga banyak cerita selain pengalaman ke sana naik motor lagi, juga karena saya jatuh dari motor. Kalau di tahun 2013 saya pulang dan pergi lewat jalan yang sama, tidak untuk tahun 2014 ini. Jalan berangkat dan pulang berbeda. Kalau teman-teman pernah ke Bromo, jalan pulang saya ini lewat Tumpang. Jalan pulang yang kami tempuh lebih ekstrem dari pada jalan berangkatnya dan ketika pulang inilah saya terjatuh. Badan pegel semua padahal besoknya ujian. Ini nih yang membuat saya kangen berat dengan bromo.

Sunrise :)



Rindu mereka :(

Berharap di 2016 ini saya bisa dipertemukan lagi dengan bromo, mau ke bromonya sama siapapun saya tidak peduli, harapan saya, saya bisa bertemu dengannya lagi. Menjenguk bromo yang kala itu sempat batuk.

Bromo, saya rindu dengan mu. Sampaikan kepada siapapun disana untuk mengajak saya kembali mengunjungimu.


Dan tujuan dari postingan ini adalah kode buat siapapun yang baca biar diajakin ke sana,


Hehe
Hehe
Hehe


Sampai jumpa

Semoga bahagia ^^

Minggu, 24 Januari 2016

1000 Guru untuk 1000 Harapan dan Cita – cita

Adek-adek SDN Tanggunggunung 4 Tulungagung

Satu Hati, Cipta Aksi, Selalu Berbagi !!!

Rasanya masih terngiang-ngiang jargon penuh semangat dari 1000 Guru Malang (more info : http://seribuguru.org/) tersebut. Masih belum percaya kalau Travelling and Teaching ke 1000 Malang sudah selesai. Masih belum percaya kalau saya diberi kesempatan buat ikut berkontribusi dalam acara tersebut. Dan masih belum percaya kalau saya lolos dari ratusan orang hebat yang mendaftar.

Seneng, seneng banget bisa ikutan kegiatan tersebut mengingat setelah beberapa kali gagal ikut karena memang jadwal yang gak cocok, akhirnya di Travelling and Teaching ke 5 1000 Guru Malang saya diberikan kesempatan untuk ikut. You knowlah yang saya rasain :p

JUMAT, 15 JANUARI 2016

Sebelum berangkat

Sesuai dengan kesepakatan, Jumat pukul 15.00 WIB semua dari tim 1000 guru yang terpilih berkumpul di meeting point tepatnya di gerbang UM. Seharusnya saya tidak telat, tapi kenyataannya saya telat gara-gara si SB saya yang gak bisa di packing. Giliran selesai di packing sayanya capek dan ketiduran. Dasar pelor memang ya, aaaah sudahlaaaah skip aja ini gak penting.

Singkat cerita sih, kami berangkat setelah semua berkumpul. Kebetulan saya dapat bagian di truckkedua. Oh iya, kami ke Tulungagungnya naiktruck tentara gitu. Jangan ditanya, semriwing semriwing gitu deh. Masuk angin? Awalnya takut, tapi udah antisipasi dong. Di truck kedua ini lumayan rame sama kakak-kakak cowoknya, semua pada sok akrab gitu deh cerita ini itu. Saya karena baru gabung jadi Cuma bisa menjadi pendengar setia, hehehe

Setelah 4-5 jam perjalanan, akhirnya sampai juga di Tulungagung. Sesampainya disana kami tim 1000 guru Malang sudah disambut dengan tari jaranan yang ditariin sama adek-adek dan warga sekitar. Belum selesai ngelihat tari jaranan, kami di persilakan untuk makan. Waaah, baru datang kami sudah disambut baik sama warga sekitar. Makanannya special lagi, ayam pedas khas Tulungagung, hehehe

Penyambutan dengan tari Jaranan

Karena sudah cukup malam, akhirnya saya dan teman-teman 1000 guru yang perempuan memutuskan untuk pergi beberes dan tidur. Eeh, ketika saya sudah siap untuk bobok ternyata masih ada kakak-kakak yang sibuk mempersiapkan alat buat ngajar besok. Wah, semangat sekali kakak-kakak ini. Untung alat ngajar saya sudah siap, jadi saya siap untuk tidur. Dan ketika mata sudah siyat-siyut, Kak Dien tiba-tiba ngajak ngobrol dan yang paling mengejutkan adalah Kak Dien mantan anak kosan saya. Cocok deh, kita cerita dan gosip sampe mau pagi.

SABTU, 16 JANUARI 2016

Satu Hati, Cipta Aksi, Selalu Berbagi !!!

Hari yang ditunggu-tunggu tiba, waktunya kami kakak volunteer untuk mengajar, berbagi cerita dan pengalaman bersama adek-adek SDN Tanggunggunung 4 Tulungagung. Acara pagi itu diawali dengan senam bareng, seneng banget ngelihat adek-adeknya exitedbanget. Setelah senam selesai waktunya ngajar dimulai. Saya bersama dengan Kak Intan, Kak Dodi, dan Kak Pras dapat bagian untuk ngajar kelas dua. Di kelas dua jumlah siswanya ada 8, tapi satu pindah sekolah ke filipina ikut orang tuanya kerja dan kebetulan satu lagi sedang sakit, jadi yang tersisa tinggal 6 siswa, tiga cowok dan tiga cewek. Sedikit ironi ketika melihat kenyataan bahwa adek-adek ini belajar di kelas yang ruangannya di bagi dua. Jadi dalam satu ruangan ada dua kelas dan pembatasnya hanya triplek tipis pendek, tingginya mungkin lima belas cm diatas tinggi saya. Sempat waktu itu saya bertanya ke adek-adeknya, “ Dek, kalau gurunya ngejelasin kedengeran gak sih? Kakak saja disini rasanya berisik banget “ dan jawaban dari adek-adeknya adalah “ Kadang ya gak denger kak, apalagi kalau rame. Tapi ya harus denger kak”. Duh, denger jawaban adeknya kok pasrah banget ya. Padahal saya yang jelasin terus kelas samping rame saja rasanya ke ganggu banget, apalagi adek-adeknya setiap hari seperti itu. Satu lagi sih yang buat saya sedih adalah ketika melihat foto presiden dan wakil presiden. Sudah setahun lebih Presiden kita ganti, tapi di kelas tersebut foto yang masih terpasang adalah foto Bapak SBY. Untung ketika saya tanya siapa presidennya, adek-adek tersebut tau.

Senam dulu sebelum belajar :)

Naik kereta api, tuuut tuuut tuuut...

Untuk kelas dua materi yang harus diberikan adalah kesehatan. Disana kita belajar tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar, cuci tangan, sama profesi seputar kesehatan. Oh iya, di kelas dua kita juga main benar-salah gitu yang kaya di Indonesia Pintar. Gak hanya belajar kok, kita juga nyanyi – nyanyi bareng, bagi hadiah, tebak-tebakan, aaah banyak deh. Mana dedek kelas duanya aktif-aktif, saya jadi kerepotan sendiri. Karena ke asyikan kita hampir lupa istirahat. Di istirahat kita juga main-main sma adeknya, kita foto-foto lucu gitu deh.

Tidak-tidak, bisa jadi - bisa jadi :D

Ada memang beberapa anak-anak yang gemeshin, jahil, dan gak bisa diem. Namanya juga anak-anak, kalau mereka jahil dan sedikit bandel itu memang tahap perkembangan dan pencarian jati diri mereka. Yah, selama itu masih dibatas kewajaran aja sih. Karena kalau anak semakin dilarang dan banyak sekali mendengar kata “jangan” dia tidak akan semakin nurut tapi semakin penasaran dan mencoba hal-hal yang dilarang itu. Oleh sebab itu, bukan dilarang tapi dideketin dan diajak ngobrol ringan. Itu sih ilmu yang saya dapet ketika workshop mom apa gitu lupa, hehehe

Bersama adek-adek Kelas Dua :)

Setelah istirahat nih waktu yang paling menyedihkan. Waktu dimana kita harus berpisah dengan adek-adeknya. Sebelum berpisah adek-adeknya diminta untuk menulis cita-cita di pohon impian. Melihat semangat adek-adeknya yang gak padam untuk belajar dengan segala keterbatasan kondisi, harapan saya adalah semoga cita-cita mereka bisa tercapai setinggi pohon impian itu tumbuh. Ada juga sesi refleksi dimana kita benar-benar ngobrol dengan adeknya tentang bagaimana sekolahnya, keluarganya, dan kehidupannya dan dari situ diharap adek-adeknya tambah semangat belajar, sedikit motivasi semoga bisa tetap memberi arti ke adek-adeknya.

Sore harinya ada kerja bakti dan pengobatan gratis. Karena di acara itu juga banyak adek-adek yang datang, kitapun main-main ular tangga. Senangnya bisa mengulang masa-masa kecil bersama adek-adek ini. Semoga masa kecil mereka indah ya meskipun dengan berbagai keterbatasan. Dan malam hari itu ditutup dengan apik oleh penampilan paduan suara adek-adek serta fashion show baju daerah. Bicara tentang fashion showjadi inget sesuatu. Jadi dari kelas dua itu yang fashion show awalnya si Jesika sama David, latihanpun juga mereka. Tetapi di malam hari ketika akan tampil tiba-tiba David menghilang dan akhirnya digantikan dengan Arin. Ketika sudah siap semuanya, tiba-tiba nih ya si David muncul dengan muka polosnya. Karena kita gak tega sama David akhirnya David didandanin dengan alat seadanya. Dan hasilnya David dandan ala-ala Romawi gitu deh, specialnya nih yang dandanin si David Kak Dodi karena saya dan Kak Intan repot banget dandanin Jesika sama Arin. Eh, pas pengumuman malah si David ini yang menang jadi Kingnya, hehehe.

Dari Kiri itu ada Jesika, David, dan Arin :)

Selesai pensi, kakak-kakak 1000 guru berkumpul untuk bertukar cerita dan saling mengenal satu sama lain. Kebetulan di TNT ini Kak Jemi sebagai founder dari 1000 guru berkesempatan datang. Diacara malam itu Kak Jemi sedikit berbagi cerita mengapa beliau bisa berpikiran untuk menciptakan suatu komunitas yang peduli dengan pendidikan di pedalaman, karena memang beliau dulu yang hidup di pedalaman merasa sangat terbatas untuk akses apapun terlebih lagi untuk pendidikan. Dengan adanya 1000 guru ini Kak Jemi berharap apa yang beliau alami tidak terulang ke adek-adek di pedalaman. Dan dengan kerja kerasnya, sekarang 1000 guru dijalankan hampir di seluruh provinsi di Indonesia dengan penggeraknya para muda-mudi peduli pendidikan.

MINGGU, 17 JANUARI 2016

Taraaa, penampakan Pantai Coro, Tulungagung :)

Agenda ngajar telah usai, waktunya kakak-kakaknya yang refleksi. Destinasi travelling kali ini adalah Pantai Coro Tulungagung. Jalannya dari tempat ngajar lumayan dekat tapi lumayan berliku juga, yah cukup buat saya mual sih. Setelah sampai parkiran kita perlu jalan sekitar 15-20 menit tergantung fisik ya kak. Jalannya cukup naik turun untuk melihat pantai nan elok itu. Tapi dijamin, setelah sampai pasti gak mau pulang seperti saya. Pantainya itu biru, ombaknya gak kecil tapi gak gede juga aman lah untuk liburan keluarga. Yang paling saya suka dari pantai ini adalah pantainya mirip seperti tanah lot, tapi ini versi jawanya dan tanpa puranya. Andai waktu itu badannya sehatan pasti saya nyemplung tuh.

Dari kiri ke kanan : Kak Umay, Kak Wira, Saya, Kak Upe, Kak Ummi, Kak Dien, Kak Naya, Kak Ajeng, Kak Anissa

Setelah cukup bermain – main dengan air dan foto – foto cantik, waktunya kami pulang ke tempat asli kami masing-masing. Sepanjang perjalanan pulang kami saling tukar id line, instagram, serta nomer hp. Harapannya meskipun kita berjauhan kita tetap bisa berkomunikasi. Ngelihat kenyataan kalau kita harus pisah ternyata sedih juga ya. Meskipun baru kenal dua hari ternyata perpisahan bagaimanapun bentuknya tetap menyakitkan. Aah, saya benci perpisahan

Terlepas dari itu semua, ternyata benar apa yang saya pelajari sewaktu saya SD dulu bahwa musuh dari bangsa Indonesia saat ini bukan lagi penjajah melainkan kebodohan dan kemiskinan. Oleh karena itu, pendidikan menjadi sebuah kunci penting untuk melepaskan Indonesia dari musuh-musuhnya tersebut. Dan sebagai orang-orang beruntung yang mendapatkan akses pendidikan yang bisa dikatakan lebih dari sekedar baik, alangkah mulianya jika kita menyempatkan waktu untuk berbagi dengan adek-adek yang kurang beruntung di luar sana.

Semoga apa yang saya dapatkan dari pengalaman beberapa hari tersebut dapat lebih memotivasi saya untuk rajin belajar dan semangat menggapai cita-cita. Sudah dikasih fasilitas lebih masih mau disia-siain shya? Malu noh sama mereka...

Eeeh lupa, terimakasih ya buat semua yang berperan penting dalam TNT ini. Semoga suatu saat nanti kita bisa ketemu lagi kak, menyenangkan kalo kita bisa dipertemukan di TNT lagi. Sukses buat kakak-kakaknya semua, sukses buat 1000 guru dimanapun berada, dan sukses buat adek-adeknya. Di tunggu meet up tipis-tipis atau ngecamp bareng makan bakso bakarnya :p

See you :))

nb: foto diambil dari berbagai hape random dan dari ig @1000_guru_malang


Sampai Jumpa 

Semoga bahagia ^^

sengaja penutupnya saya, biar tambah bahagia eaaa :p

Kamis, 21 Januari 2016

8 Mata Kodok’s Bucketlist in 2016


Tanggal 20 siap siap nerima buku bucketlistnya qaqa nduppp.

Sembari menunggu buku datang sampai rumah, saya juga ingin membuat bucketlist saya sendiri di 2016. Seharusnya sih bucketlist ini sudah saya posting sedari awal januari kemarin sebagai resolusi di tahun 2016. Karena memang belum sempat, ya baru saya posting, sepurane kak :p

Jadi yang ingin saya jadikan bucketlist di 2016 adalah

KURANG – KURANGIN BAPER

Capek rasa-rasanya di bilang BAPER mulu gara-gara setiap apa yang dibilang sama temen trus saya sambung-sambungin sama hati. Padahal sih awalnya bercandaan, tapi ternyata bercandaan saya gak nyampe ke temen saya dan akhirnya saya dibilang baper. Oke, cukup saja di 2015 saya jadi cewek baper yang ngebet banget nikah. 2016 saya harus lebih fokus ketujuan hidup menggapai cita – cita. Kan kata orang “ Tulang rusuk gak akan salah kembali kepada pemiliknya”, di doain saja semoga cepat ketemu ya.

MAGANG TO BETTER LIFE

Ketika semua teman saya sudah magang di awal tahun ini, fakultas saya masih saja kuliah untuk memenuhi sksnya. Maklum, anak-anak kerja lapangan yang kebanyakan praktek jadi lebih banyak memerlukan waktu untuk kuliahnya. Semoga saja pertengahan tahun ini bisa magang di tempat yang saya inginkan. Doakan bisa magang di GGP, Sawit, Indofood, atau pupuk ya.

LEBIH AKTIF DALAM KEGIATAN SOSIAL

Ya ampun, serpihan kenangan kelas inspirasi

Sepertinya 2015 telah menyadarkan saya bahwa kuliah gak sekedar ikut organisasi yang berkutat dengan masalah kegiatan, politik dan uang tapi juga kegiatan sosial. Sudah saatnya kita peduli dengan orang-orang sekitar kita dan lingkungan disekitar kita. Kegiatan sosial gak melulu kita pergi ke desa loh, turut mendukung kegiatan pendidikan dan membantu meyukseskannya sudah termasuk kegiatan sosial. Doakan saya bisa ikut – ikut kegiatan sosial ya, baik itu pendidikan, ekonomi, maupun lingkungan.

BEASISWA + TEMAN + SOFTSKILL

Gak mau narget IPK naik, soalnya semakin banyak semester kuliah semakin susah. IPK juga semakin susah untuk naik. Naik Alhamdulillah yang penting jangan turun dan yang terpenting bisa dapet beasiswa lagi. Kalau bisa beasiswa kali ini gak hanya sekedar saya dapet duitnya, saya juga pengen beasiswa yang dapat pelatihan softskill. Duit mah sebenarnya bisa dicari, tapi teman baru dan pengalaman itu yang susah dicarinya. Semoga, tahun ini bisa mendapatkan beasiswa yang ngelatih softskill juga hehe aamiin...

KERJA LAGI DONG

amipop,com, kunjungin ya hehe

Aaah, kangen kerja. Tahun kemarin kerja full cuma jadi asisten praktikum sama nyoba-nyoba buka online shop – buka ya olshopku di instagram @shyashop– tapi lagi vakum soalnya kesusahan gak punya admin di instagram hahaha. Oh iya, kemarin juga nyoba jadi freelance content writer di amipop.comtapi juga lagi vakum nulis soalnya lagi gak update fashion kekinian, wkwkwk. Pengen nih nyoba lagi kerja jadi content writer gitu, tapi kemarin nyoba daftar belom ketrima. Yah, semoga dengan lahirnya tulisan ini ada yang berminat ngrekut saya, hehe.

BLOG DAN KOMUNITAS LEBIH AKTIF

Iya, saya lagi berhenti ikut organisasi kampus dan melebarkan sayap ke organisasi atau komunitas luar kampus contohnya aja sekarang saya di EH Malang (Earth Hour Malang). Bosen loh kalau di kampus nanti ketemunya pasti orang-orang itu aja, jadi saya rasa saya harus keluar dari kampus dan kini saatnya saya bergaul dengan orang – orang keren di luar sana, yihaaaa. Selain itu saya juga harus fokus dan lebih rajin nih ngeblog, siapa tau dengan rajinnya saya ngeblog tulisan saya jadi jauh lebih baik dari sebelumnya, hap hap semangat

BISA RENANG DONG DAN KETEMPAT BARU

Januari awal yang baik, tanah lotnya jawa :p

Lucu ketika saya suka ke pantai, suka bermain air, dan memiliki zodiak Pisces tapi saya gak bisa renang. Sebenernya risih sih ketika diajakin renang dan saya menolak karena saya memang tidak bisa berenang. Menyebalkannya lagi ketika diajak diving, huuuh lagi-lagi renang yang menghalangi saya. Di tahun ini semoga saya bisa berenang, saya akan les renang kok. Gak apalah telat dari pada tidak sama sekalikan?

Dan list saya berikutnya adalah pergi ke tempat baru apapun itu, baik itu tempat wisata atau tempat-tempat lainnya. Saya orangnya dinamis, tidak suka hanya disitu – situ saja, jadi tahun ini harus lebih banyak tempat yang saya kunjungi, aamiin. Mahameru sebenernya cita – cita saya hehehe

MEMANTASKAN DIRI YUUK

Eaaaak, dandan. Rasanya aneh bagi saya untuk dandan. Disatu sisi pengen banget belajar dandan, tapi disisi lan ada rasa males dan aaah sudahlah ya apa adanya saja. Tapi kalau saya begini terus apa ada yang mau gandeng saya ke kondangan? Kan cowok banyak banget yang bilang “ setidaknya gak malu-maluin kalau diajak ke kondangan”. Itulah maksud saya belajar dandan. Kalau di logika, siapa sih cowok yang mau pasangannya jelek? Cewekpun juga gitukan? Gak munafik kok saya jadi orang, makanya pengen belajar dandan, yah meskipun dengan dandan gak akan mengubah seratus persen yang ada di diri kita.

Masak. Iya, sudah sedari lama saya belajar masak. Tapi tahun ini resep-resep masakan rumah harus benar – benar saya kuasai terutama sambal. Pengen banget nanti jodoh saya suka sama saya karena masakan saya. Dijamin deh nanti doi gak bakalan jajan diluar, hehehe

Ngerajut dan jahit. Ululuuu, tahun – tahun kemarin saya sudah belajar jahit kok, tapi belom bisa bikin pola. Semoga ditahun ini saya bisa pecah pola sendiri. Saya juga sudah belajar ngerajut, tinggal dikembangin aja nih hehehe

Apalagi ya? Banyak sebenarnya, tapi keinginan terbesar saya delapan itu. Semoga bisa terwujud. Semoga saya gak males – malesan. Semoga saya bisa bagi – bagi waktu saya. Semoga dan semoga. Semangat harus tetap nomer satu, bismillah J



Sampai jumpa

Semoga bahagia ^^

Senin, 11 Januari 2016