Sabtu, 28 November 2015

Kelas Inspirasi Malang 3 : Namun Kita Harus Berpisah

Sampai JumpaKeluarga Brauku :)

Selesai capek – capek dan seru – seruan di Hari Inspirasi saatnya kita berrefleksi ria berbagi cerita dan pengalaman bersama rombel lain.

Pukul 08.00 acara refleksi Kelas Inspirasi Malang 3 dimulai. Mang Kaling di pilih panitia sebagai tempat kita refleksi. Tempat yang menurut saya lumayan cozy banget buat kumpul – kumpul bareng (eaaa, promosi). Tapi sayang waktu itu saya datangnya telat, jadi pas saya datang mbak Vivi udah jadi instrukur senam di depan. Beberapa menit kemudian acarapun dibuka yang diawali dengan sambutan ketua panitia dan diteruskan dengan ramah tamah alias makan-makan.

Ini hasil kita, unyu sebenernya. Sayang gak ketok -__-

Selesai makan – makan, kami para rombel dimanapun berada baik di Kabupaten Malang, Kota Malang, atau Kota Batu diminta untuk membuat cerita tentang pengalamannya kemarin di Hari Inspirasi dan membuat plan follow upnya ke SD. Karena rombel 55 merasa di MI Zainul Ulum rasa Nasionalismenya kurang, maka untuk follow upnya kedepan kami menginginkan diadakannya latihan upacara bendera dan hari berbahasa Indonesia , mengingat banyak sekali anak-anak disana yang belum terbiasa dan lancar berbahasa Indonesia. Padahal Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan. Bagaimana mereka bisa berhubungan dengan orang Indonesia yang banyak ini kalau mereka belum bisa lancar berbahasa Indonesia. Dan ternyata masalah nasionalisme tidak hanya menjadi masalah di sekolah saya, banyak sekolah lain yang memang kurang rasa nasionalismenya. Kalau dari kecil saja rasa nasionalismenya udah kurang gimana kalau mereka sudah besar? Habis kali yaaa...

Berbagi pengalaman :p

Cerita seru lainnya dari rombongan belajar yang mendapatkan sekolah di kaki gunung bromo. Mereka harus menginap dan melalui jalan yang panjang untuk sampai ke sekolah tujuannya.  Dan cerita mengharukannya (soalnya saya hampir nangis) adalah ketika mereka bercerita disekolahnya hanya ada empat ruangan, satu kantor guru dan tiga ruang kelasnya. Duh, memang miris sekali pendidikan di Indonesia ini. Semoga masih banyak orang-orang diluar sana yang peduli akan pendidikan di Indonesia. Capek kalau hanya mengandalkan mentri atau dinas pendidikan.
Setelah perwakilan dari beberapa rombel selesai menceritakan pengalaman dan mengajukan beberapa solusinya akhirnya acarapun berakhir. Berakhirnya acara ini membuat saya sedih. Iya, ketika kita sudah nyaman dan nyambung kita harus dipisahkan dengan orang – orang tersebut. Kita harus kembali ke dunia kita masing – masing yang benar – benar harus dijalani. Harapannya sih apa yang kita rencanakan bisa terwujud, seperti kembali lagi ke sekolah inspirasi.

Gak ada loe gak rame 

Segelintir dari rombel 55

Ghe, fokus ghe -___-


Emeesh ama peyutnyaa, bonus :p

Dan satu yang harus dijaga adalah komunikasi dan silaturahminya. Mudah – mudahan grup wasap saya selalu rame meski hanya bertukar kabar atau dengan diskusi-diskusi ringan yang secara langsung atau tidak langsung dapat menyadarkan saya atau memberi pengetahuan baru untuk saya. Dan semoga semua yang direncanakan tidak hanya sekedar wacana, ditunggu loh jalan – jalan barengnya lagi rek :p
Love you
See you in another place, time, and project
I will miss you ...
FOR THE LAST, see youuu



Semoga bahagia 

Jumat, 27 November 2015

Kelas Inspirasi Malang 3 : Dan Aku pun Jatuh Cinta


Ada seorang teman yang pernah berkata "Tidak perlu menjadi hebat untuk ikut terlibat". Kalimat tersebut sepertinya masih saya pegang sampai sekarang. Sampai Hari Inspirasi Kelas Inspirasi Malang 3.


Dicerita sebelumnya, saya belum sempat mengulas tentang Apa itu Kelas Inspirasi.
Jadi Kelas Inspirasi itu adalah...
.
.
.
Buka aja ya di sini untuk lebih lengkapnya hehe
Langsung aja ke inti ceritanya. Jadi, menyambung cerita kemarin yg seharusnya berangkat jam 6 dari Bank Cimb Niaga dekat alun-alun, ternyata kita molor 15 menit. Hal tersebut menyebabkan kita harus berpacu bersama lalu lintas pagi Malang yg memang sedang ramai-ramainya jam anak-anak ke sekolah dan jam berangkat kerja. Karena saya gak mau telat ke sekolahnya saya memutuskan untuk memacu si Mita (Mio Hitam)  dengan sekuat tenaga. Jadi, yg awalnya saya di belakang, dalam hitungan beberapa menit saya sudah di barisan paling depan. Tak mau kalah, teman – teman rombel 55 yang lain juga memacu kendaraan mereka sekuat tenaga. Mungkin dibenak kita jalanan itu adalah arena balap F4nya rosi sama markues. Siaat siuuut, uuuuuu salip kanan salip kiri akhirnya rombel 55 sampai juga di MI Zainul Ulum sebagai sekolah yg akan kami inspirasi.


Karena ini adalah pertama kalinya saya mengikuti kelas inspirasi, perasaan saya campur aduk. Dari yg deg degan sampai bingung dan takut tapi campur seneng, semacam itulah perasaan saya waktu itu. Perasaan saya jadi tambah kacau ketika ada dua relawan pengajar yang belum datang. Hmm, harus apa saya? Mengingat waktu yang sudah molor hampir setengah jam dari rundown. Akhirnya saya memutuskan untuk memasang banner, menyiapkan apel, dan melakukan briefing sembari menunggu kedatangan dua relawan pengajar tersebut. Setelah hal – hal tersebut selesai dan dua relawan pengajar tersebut tak kunjung datang, akhirnya apelpun dimulai. Oh men, saya speechless sekali melihat apel di sekolah ini. Bener – bener islami banget, ditambah dengan membaca Asmaul Husna dan anak – anak MI itu hafal, amazing memang.

Mbak Neser, relawan pengajar yang berprofesi sebagai peneliti

Setelah apel langsung saatnya para relawan pengajar masuk kedalam kelas – kelas untuk berbagi cerita dan penglamannya. Namun sayang, satu pengajar kita yang belom datang akhirnya kami tinggal. Ketika saya keliling, saya melihat kelas – kelas sepertinya ramai. Adek-adek Minya seperti tertarik dan menikmati sekali. Saya jadi terharu. Nah setelah 40 menit teaman-teman relawan pengajar harus berpindah kelas. Nah, di jam kedua ini satu relawan pengajar kita yang telat baru bisa masuk kelas. Yay, relawan pengajarnya sudah lengkap sekarang.


Pengajaran berjalan lancar sampai jam ketiga. Iya, di jam ketiga ini adek-adek kelas satu dan dua sudah waktunya pulang. Mereka sudah bersiap – siap dengan tas mereka, namun acara Kelas Inspirasi belom selesai. Oke, disini kita diberi tantangan untuk meyakinkan orang tua wali murid agar anaknya diperbolehkan untuk mengikuti rangkaian acara Kelas Inspirasi sampai selesai. Alhamdulillah, orang tua mereka mengerti dan memperbolehkan anak-anaknya untuk mengikuti rangkaian kelas inspirasi sampai selesai.

Gemay anet liat degem-degem ini :*

Jam menunjukkan pukul 11.30 waktunya sholat dhuhur. Disini tim kelas inspirasi diberi tantangan lagi untuk memperbolehkan murid-murid Minya untuk berfoto membentuk tulisan KI dilapangan. Sudah menjadi budaya memang di MI jika sebelum adzan dhuhur mereka harus sudah di mushola untuk melakukan sholat berjamaah, tapi karena memang rangkaian acaranya tinggal foto bersama akhirnya kami berhasil melobi-lobi pihak sekolah untuk berfoto dahulu. Syukuur, pihak sekolah mengizinkan dan kamipun bergegas ke lapangan untuk segera berfoto. Ulalaaa, ternyata ngatur murid-murid SD untuk berfoto susah juga ya, padahal kita udah nyiapin bentukan tulisannya. Melelahkan memang, panas lagi, tapi usaha tidak akan menghianati hasil kok. Buktinya fotonya kece :p O iya, sebelum berfoto tidak lupa kami mengajar adek-adek untuk menuliskan cita-cita mereka. Nulisin cita-citanya kali ini gak di balon ataupun pohon impian, melainkan di topi yg kita buat bersama-sama. Adek-adeknya exited banget ketika bikin topi, jadi tambah gemeees sayanya :***

Hayo, apa cita-citamu?

Hayoloh, bingung ngatur barisannya -__-

Selesai berfoto kamipun bercengkrama di ruang kepala sekolah dengan guru – guru. O iya, seperti sudah menjadi tamu jauh kita di jamu dengan baik oleh kepala sekolahnya, selain tadi kita disediakan sarapan, selesai acara KI itu kami diajak refreshing melepas penat ke sumber sirah. Sumber sirah itu semacam sungai yang airnya dari sumber yang airnya memang benar – benar jernih sekali. Tanpa pikir panjang karena kami juga diajak kami mengiyakan saja ajakan dari Bapak Kepala Sekolah. 

Perjalanan ini, terasa sangat menyenangkan :)

Kira – kira sekitar 15 menit perjalanan menuju sumber sirah dari sekolah. Dalam perjalanan menuju sumber sirah kami disuguhkan pemandangan sawah yang hijau, sungai kecil yang jernih, suara gemercik air yang menenangkan, dan juga suara sepoi angin yang membuat saya mengantuk. Sesampainya dilokasi saya dibuat kagum dengan jernihnya air. Panas, panas, nyemplung kayanya enak nih. Tapi sayang, saya gak bawa baju ganti ditambah lagi saya pake celana jeans, pasti berat kalau dibuat nyemplung. Tetapi ngelihat mbak choy dan adeknya nyemplung saya, mbak arai, riza dan indri akhirnya iman kami goyah juga dan akhirnya kamipun nyemplung. Uuuuuuu, seger broo airnya. Gak nyesel saya nyemplung meskipun salah kostum, tapi ada yang lebih salah kostum kok, iya mas Nicky. Dia nyemplung dengan berpakaian dinas. Seperti pegawai lagi bolos lalu dikejar satpol PP dan akhirnya menyemplungkan diri ke kali.

Airnya bening

Bahagia sekali mukanya neng?

Selalu gagal underwater -__-

Foto apa sih ini nduk? embooh wees

Karena dirasa hari semain sore kami memutuskan untuk pulang. Tapi sebelum itu saya tidak meninggalkan moment foto – foto. Eh, ketika saya foto sama Mas Wildan dan madep ke belakang dengan tiba – tiba badan saya tercemplung ke kolam. Ooh, ternyata saya dijorokin ke kolam teman – teman. Betapa jahatnya Mas Wildan ini, gak tau apa di kolam banyak karangnya, pantatku jatuh dikarang-karang bukan dibintang-bintang. Kan sakit yaaa, untung saja saya pakai jeans jadi kulit saya fine-fine aja ketika kena karang.

Setelah foto ini nih saya diceburin, jahat memang -___-

Diperjalanan pulang yang seharusnya saya seneng saya kesakitan megangin pantat, untung aja ada semangka dan bakso yang menjadi moodboster sedikit bisa membuat saya lupa dengan sakitnya pantat saya. Terimakasih ya Pak Kepala sekolah yang untuk kesekian kalinya ngejamu kita dengan benar-benar baik, saya terharu loh pak. Karena dirasa hari sudah gelap teman – teman memutuskan untuk kembali ke Malang. Namun, entah sial atau kenapa Mita kesayangan saya tiba-tiba saja mati. Untung bapak kepala sekolah dan bapak gurunya tanggap langsung ngebantu saya. Setelah beberapa menit kemudian, Mitapun akhirnya nyala. Ternyata Mita kotor, jadi perlu di bersihkan. Duuh, mita mitaa aya aya wae. Karena hal tersebut saya dan ghea ditinggalkan oleh rombongan. It’s okay, kita setrong kok meskipun hampir nyasar.

Dingin-dingin memang paling enak makan BAKSO :P

Sesampainya di kos badan rasanya meriang dan capek sekali, ditambah lagi motoran basah – basah dari gondanglegi ke suhat. Namun, rasa capek itu gak seberapa dibanding kebahagiaan adek – adek MI dan kepuasan kami hari ini. Kelas inspirasi sepertinya sukses membuat saya jatuh cinta dengan berbagai macam pengalaman dan keseruannya. Fix nih, sepertinya saya akan ikut lagi tahun depan.

Hmm...

Istirahat dulu yuk, besok kita refleksi loh teman – teman.

See you next post di refleksi KI, muaaah

BONUS :p


Semoga bahagia :)


A video posted by Rizky Ashya (@rizkyashya) on



NB : foto taken by Mbak choy, Mbak Santi, Mbak Ida, Mas Aris, Mas Wildan, Ghea. Video by Mas Wildan. Thankyooouu foto dan video kecenyaa :*

Senin, 23 November 2015

Kelas Inspirasi Malang 3 : Aku Tersesat


Ternyata foto di instagram memang bisa mempengaruhi kita. Contohnya saya, berawal hanya melihat foto di instagram mengenai kelas inspirasi kemudian saya tertarik dan memutuskan untuk bergabung mejadi panitia.

Di gatheringpertama panitia setelah saya diumumkan menjadi panitia saya merasa sendiri. Saya lihat panitia lain saling kenal satu sama lain tapi saya belom kenal siapa – siapa. Saya seperti merasa tersesat disebuah keramaian. Mungkin seiring baerjalannya waktu saya bisa kenal beberapa orang. Tapi sampai di akhir acara saya masih merasa sendiri, iya sendiri, diam dan sepi. Dan tiba-tiba ada sekelebatan niatan untuk mengundurkan diri dari acara tersebut.

Kelas Inspirasi Festival

Niatan untuk mengundurkan diri bertambah ketika saya ketinggalan segala hal mengenai kelas inspirasi. Dari yang saya gak pernah bisa datang rapat, survei, dll dikarenakan memang padatnya jam kuliah saya. Tapi saya inget perjuangan saya di awal meyakinkan teman kos saya kalau saya memang bisa berkontribusi kepanitiaan di luar kampus. Saya harus bertahan untuk tujuan saya agar bisa mengenal banyak orang. Saya pengen banget punya banyak koneksi, saya gak mau cupu gak kenal siapa siapa.

Pameran Foto Hasil Kelas Inspirasi sebelumnya

Hari berganti hari, tibalah waktu untuk Briefing panitia. Disini saya mau kembali bergabung bersama Kelas Inspirasi  setelah saya lama menghilang sibuk dengan kuliah dan kuliah. Sedikit pencerahanlah setelah saya ikut briefing ini. Setidaknya saya tau apa yang harus saya kerjakan seperti menghubungi panitia, menyusun jadwal, dll. Dan dihari rabu saya bersama fasil kelompok 55 bertemu untuk membahas ini itu mengenai hari inspirasi. Disini, semangat saya berkobar kembali.

Fasilnya lagi GOSIP

Dari pertemuan hari rabu itu akhirnya kita fasil 55 memutuskan untuk bertemu relawan di suatu sore di hari Jumat. Namun sayang, pertemuan dengan relawan itu tidak dihadiri oleh semua relawan. Hal tersebut disebabkan karena memang relawan di rombel 55 masih belum pasti. Karena ketidakpastian tersebut akhirnya Mas Aris selaku relawan photographer menyarakan untuk menghubungi panitia pusat berkenaan dengan relawan pengajar. Dan setelah pertemuan tersebut akhirnya rombel 55 mendapatkan tambahan pengajar. Sampai akhir kegiatan rombel 55 fix mempunyai 4 fasil, 6 relawan pengajar, 3 relawan photografer dan satu selundupan relawan photografer, dan satu relawan videographer.

Pertemuan pertama dengan Relawan Photo

Hari H semakin dekat, saya kebingungan menyusun rundown dan segala prntilan-printilan yang diperlukan. Saya bingung karena ketika berdiskusi di grup banyak yang tidak menjawab. Mungkin mereka setuju, jadi saya bikin aja rencana sesuai hasil diskusi dengan fasil. Dan mendekati hari H, saya semakin kelabakan. Rombel 55 ternyata belom mempersiapkan ini ini dan ini. Dan relawanpun bilang kalau masih kacau. Saya sedih sekali, sampai H-1 hari inspirasi saya dan teman – teman relawan bertemu guna membahas masalah rundown dan printilan yang belum selesai. Alhamdulillahnya, dipertemuan itu hampir semua sudah fix. Aaah, memang ya LDR itu menyiksa batin. Kalau gak bertemu gak asyik dan banyak miss comunication. Jadi, janganlah teman – teman LDR.

Briefing H-1

Di malam hari H kami sepakat untuk berkumpul di Bank Cimb Niaga dekat Alun-alun kota Malang dan berangkat dari situ jam 6. Tapi apa yang terjadi?

Penasaran?

Lanjutannya ada di sebelah ya kak


See you ...

Semoga Bahagia