Senin, 10 Agustus 2015

ADA APA DENGAN AADC 2?

Foto yang saya temuin di ask.fm

Ketika semua orang merasa gabut di hari minggunya, saya merasa lebih gabut dari orang – orang. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk jalan – jalan saja ke POPCON ASIA 2015, di minggu siang itu. Iya, jalan – jalan lewat mimpi maksudnya. Maklumlah, rumah nun jauh disini acara disana. Sebenernya sih pengen dateng, yaaa tapi apa boleh buat keadaan tak mengizinkan. Jadi yang bisa saya lakukan untuk menghibur diri saya adalah melihat lini masa ask.fm saya yang lagi pada ngepapin keadaan di Popcon. Geser – geser layar sampai ke bawah tiba – tiba nemu gambar talk shownya AADC 2. Karena penasaran ku stalk – stalk di google dan akhirnya ku menemukan jawabnnya.

Dan


ADA APA DENGAN AADC 2?


Nih, sedikit bocorannya...


Berawal dari adanya iklan find alumni di line yaitu AADC 2014 ( lihat disini yaa ), membuat para penggemar film Indonesia terlebih film-film zaman dahulu menginginkan kelanjutan dari skuel AADC yang mengisahkan cerita cinta pertama Cinta dan Rangga. Hingga akhirnya membuat produser film Mira Lesmana untuk membuat lanjutan kisah Cinta dan Rangga.

Dalam talkshow pada acara POPCON ASIA 2015 sabtu (8/08) lalu, Mira Lesmana dan Riri Reza berbagi sedikit mengenai proyek film idaman masyarakat ini. Lalu seperti apakah film AADC 2 ini nanti?

1.      Kapan AADC 2 akan di produksi?

Setelah pada bulan Maret lalu Mira Lesmana merilis logo AADC 2 untuk memperingati hari Film Nasional, akhirnya Mira Lesmana membocorkan bahwa pada bulan Oktober tahun ini film AADC 2 akan di produksi. Semoga bisa cepat diproduksi dan cepat tayang.




2.      Apakah pemain filmnya akan sama?

Untuk pemain pada film ini akan diusahakan tetap sama, tapi Tante Mira Lesmana belum bisa memastikan dan menjanjikannya. Tetapi beliau memastikan bahwa Cinta akan tetap dimainkan oleh Dian Sastro dan Rangga tetap oleh Nicholas Saputra. Tetapi, dengan perkataan Tante, bahwa Memet tidak akan ketinggalan lagi di bandara memastikan bahwa tetap akan ada tokoh Memet dengan Dennis sebagai pemerannya. Selain itu, beberapa waktu yang lalu, saya juga sempat melihat Titi Kamal memposting logo AADC 2. Semoga saja tidak akan ada perubahan pada pemainnya.

A photo posted by Titi Kamal (@titi_kamall) on



3.      Bagaimana dengan pengisi musiknya?

AADC tidak hanya dikenal dengan isi cerita dan tokohnya saja melainkan juga soundtrack – soundtrack yang mengiringinya. Untuk kabar saat ini, Melly Goeslaw dan Anto Hoed akan kembali mengisi musik di film skuel AADC.

4.      Apakah Cinta dan Rangga akan tetap berpuisi?

Siapa yang tidak kenal dengan puisi seseorang terlebih dibagian “ pecahkan saja gelasnya, biar ramai. Biar mengaduh sampai gaduh ?” yup, film ini sangat identik sekali dengan puisi – puisinya. Untuk itu akan terasa hambar jika tak disuguhi puisi – puisi unyu nan romantik. Sesuai dengan permintaan para penggemarnya itu, Tante Mirapun menyetujui akan tetap menampilkan puisi di film tersebut.

5.      Lalu, dimana latar film ini akan diambil?

Tante Mira dan Om Riri menjelaskan bahwa akan membawa AADC 2 ke tiga kota yang berbeda. Dimanakah itu? Yang tentunya Jakarta sebagai tempat Cinta tinggal dan New York. Iya, New York, kota tujuan Rangga pergi meninggalkan Cinta. Tersisa satu kota lagi, dimanakah itu? Om Riri mengatakan bahwa Jogja adalah tempat ketiga yang akan mewarnai latar film tersebut.




Wuuuoo, rasanya saya tidak sabar lagi untuk segera melihat film tersebut. Bagaimanakah cerita Rangga dan Cinta ini akan dibawa? Konflik yang akan terjadi? Apakah disini mereka sudah menikah? Belum juga menikah, atau bagaimana? Yaaa semoga saja film sekuel dari AADC ini tidak akan mengecewakan kita. YAAA SEMOGA...


Sudah itu aja,




Semoga Bahagia ^^

Kamis, 06 Agustus 2015

Tragedi dibalik Film “Surga yang Tak Dirindukan”


Sudah saya nanti-nantikan akhirnya datang juga kesempatan untuk nonton film Surga yang tak dirindukan. Mungkin sebagai penggemar film, saya sudah bisa dikatakan telat untuk menonton film yang telah memikat 1.000.000 penonton itu. Bukan hanya masalah waktu yang membuat saya baru bisa menonton film tersebut, tapi juga karena di Ngawi gak ada bioskop, hikssss...

Jadi ceritanya, dua hari yang lalu saya nonton film yang dibintangi Laudya Chintya Bella itu. Awalnya gak ada niatan untuk nonton film, tapi ketika ngelihat jadwal tayangnya cocok, adek yang merengek untuk nonton, dan juga filmnya saya nanti-nantikan akhirnya saya nonton juga. Lumayan, harga tiket bioskopnya murah kalau di Madiun jika dibandingkan saya nonton di Malang :DD


Berdasarkan hasil kekepoan saya di google, instagram, dan sosial media lainnya, semua mengatakan kalau film ini bagus untuk ditonton, banyak pelajaran yang dapat dipetik, serta jalan cerita yang gak mainstream. Dan ketika saya selesai nonton memang film ini bagus bangeeettttt. Rasanya pengen memutar berkali – kali jika nanti saya punya filmnya. Namun, ternyata dibalik kesuksesan film tersebut terdapat tragedi yang mungkin tidak disadari oleh para penontonnya.

Tragedi apa yang terjadi di balik film tersebut?

1.       Banjir Air Mata




Tragedi dibalik film tersebut adalah banyaknya air mata yang akan terkuras dari para penontonnya. Sekotak tissue mungkin belum cukup untuk menyeka ribuan bahkan jutaan bulir air mata yang keluar ketika menonton film tersebut. Bahkan di awal adegan saja saya sudah berlinangan air mata. Bukan lebay ya, mungkin karena saya yang memiliki kepribadian melankolis jadi disuguhi adegan yang bikin mewek saya sudah banjir L(((( kalo gak percaya coba buktiin sendiri deh L

2.       Mata Sembab


Pernah nangis semalaman? Atau nangis kemudian diusap matanya? Apa yang akan terjadi pada mata kalian? Pasti sembabkan? Nah, hal ini juga yang akan terjadi pada para penonton film Surga yang Tak Dirindukan. Apalagi sebagai cewek yang gampang banget nangis, yang dari awal sampai akhir sudah nangis, pasti deh tuh mata sembab. Terlebih lagi karena takut malu, mata diusap – usap biar air matanya ilang, naah tambah bengeb – bengeb deh tuu mata. Jadi, siapkan kacamata hitam buat kamu yang pengen banget nonton film ini.

3.       Tissue berserakan
Pas waktu film berakhir dan kemudian lampu bioskop dinyalankan, saya kaget. Di lantai dan bangku – bangku bioskop banyak sekali tissue – tissue berserakan. Pasti ini ya gara – gara penonton pada nangis dan ngusap air matanya pake tissue. Boleh sih ya siap – siap atau sedia payung sebelum hujan, tapi ya kalo udah selesai filmnya buang sampah di tempatnya dong sayang. Jangan maunya lempar batu sembunyi tangan :p

4.       Banyak Kebohongan


Kalau dulu kata guru ngaji saya, bohong itu dosa loh. Iya, semua orang juga tau kalau bohong itu dosa. Nah, gara – gara film ini banyak banget remaja – remaja yang bohong sama temennya
Gini nih contoh yang kemarin saya denger :

“ Cie, lo nagis ye? “
“ Nggak kok, situ kali yang nangis “

Tuh, gara – gara malu dan gengsi pada bohongkan? Hayo, kalau bohong sedikit tetep aja dapet dosakan? Hehehe

Sudah itu aja shya?

Hmm, mungkin teman – teman bisa menganalisisnya setelah menonton film tersebut. Biar tambah geregetankan nonton filmnya sendiri, ya gak bro?

Eh, betewe kok gak cerita filmnya shya?

Ah, kalau saya menulis ceritanya dan mengomentari akting – akting pemainnya sudah terlambat rasanya dan sudah terlalu mainstream. Jadi, nulis ini aja biar beda gitu. Kalau mau tau review atau sinopsisnya bisa baca di blog – blog tetangga banyak kok, jangan khawatir.

Satu sih pesen saya, buat kalian yang belum nonton segerakanlah nonton film ini. Dijamin gak nyesel kok. Banyak sekali pelajaran yang didapat di film ini dan jalan cerita yang bikin penasaran bikin makin seru nontonnya.

Udah gitu aja.


Semoga bahagia 

Senin, 03 Agustus 2015

Dear My Future Husbandnya Si Mata Kodok

A photo posted by Rizky Ashya (@rizkyashya) on


Berawal dari sebuah pertanyaan anon di ask.fm februari lalu yang belum sempat saya jawab disana. Awalnya sudah pernah saya jawab melalui akun instagram saya, tapi saya ingin menulisnya lebih lengkap di blog unyu ini. Terlalu aneh atau bahkan lebay ketika teman – teman membacanya, tapi insyaallah ini memang benar apa adanya dari diri saya dan harapan saya untuk seseorang yang kelak akan saya panggil suami. Bukan terlalu dini untuk membicarakan ini, yah mengingat umur yang sudah berkepala dua yang menurut saya sudah waktunya menikah, ngeheheeee. Mudah – mudahan dengan adanya ini, siapapun orang diluar sana yang mungkin ingin menikah atau lagi pepet-pepet sama gebetan atau bahkan orang yang lagi suka sama saya kepo-kepoin saya ( pede gilaaak ), bisa bermanfaat untuk lebih memantaskan dirinya untuk calon – calon pendamping hidupnya nanti, aamiin

Oke, here we go ...
Dear my future husband,
Semoga kamu memang satu – satunya makhluk terindah yang ditakdirkan Tuhan untuk mendampingi hari-hariku sampai ajal menjemput kita berdua. Iya kita, aku tak mau egois untuk meninggalkanmu dulu dan aku tak rela kamu meninggalkanku dulu. Rasanya adil untuk kita merenggut hidup berdua. Karena cinta kita memang untuk selamanya.

Hai, calon imamku kelak.
Aku tak tau kapan, bagaimana, dan dimana kita akan dipertemukan. Mungkin kita sudah pernah bertemu, teman lama, atau orang - orang disekitarku yang mungkin tak ku sadari akan hadirnya dirimu. Yang terpenting aku yakin bahwa takdir kita bersama itu tidak salah, kamu yakinkan kalau tulang rusuk takkan salah kembali kepada pemiliknya? Yah, mungkin untuk sekarang ini kamu lagi nyasar – nyasar memilih tulang rusukmu. Oh atau kamu juga sama sepertiku sedang menikmati indahnya kesendirian sebelum akhirnya bersama?

Hai, calon imamku kelak.
Sedang apa kau disana? Apakah kau sedang sibuk mengejar impian dan cita-citamu? Alhamdulillah, kau mau sibuk mempersiapkan bekal rumah tangga kita nanti ketimbang berfoya-foya di luar sana dengan teman - temanmu. Ah iya, jangan lupa terus bersedekah ya sayang. Semoga sedikit rezekimu yang kamu berikan itu bisa menjadi berkah untuk keluarga kecil kita nanti. Aku tau kamu pasti sibuk, tapi aku harap kamu tidak akan lupa dengan sholat 5 waktu, itu wajib ya sayang. Aku akan bangga sekali jika kamu juga menyempatkan untuk sholat sunnah, baca Al-Quran, bahkan menghafal ayat – ayatnya. Terlebih lagi jika kamu selalu berdoa di sepertiga malammu, jangan lupa berdoa agar kita cepat dipertemukan ya sayang.

Hai, calon imamku kelak
Maafkan aku ya jika aku bukanlah orang yang sesuai dengan harapan dan impianmu, bahkan aku mungkin tidak secantik artis – artis idolamu. Aaaah, aku bukanlah seorang perempuan yang sempurna memang. Aku masih banyak belajar untuk menjadi perempuan yang baik, penyabar, dan ikhlas. Aku juga masih terus belajar untuk memperbaiki sholat dan amalan-amalanku yang lain. Oh iya, maafkan aku jika diawal pertemuan kita aku masih kucel dan berantakan. Iya, aku ini masih belajar untuk mendandani diriku agar terlihat cantik dimatamu dan tidak memalukan dirimu jika kamu mengajakku ke acaramu dan memperkenalkanku dengan teman – temanmu. Sayang, ini aku juga belajar masak loh, jadi jangan khawatir untuk makan kita sehari – hari. Sesekali boleh lah ya kita makan diluar, mengingat aku juga suka mencoba makanan – makanan baru untuk referensi masakanku nanti. Tenang, aku juga bisa menjahit, bersih – bersih, mencuci, terlebih lagi memanajemen keuangan kita, ingat aku kuliah belajar itu sayang.

Hai, calon imamku kelak.
Pasti kamu punya mimpikan? Iya, aku juga punya mimpi kok. Kalau memang sebelum kamu bertemu aku kamu belum bisa menggapai impianmu itu, kita gapai bersama – sama ya. Kita juga bangun mimpi baru kita berdua. Aku tak apa kok menemanimu merintis awal kesuksesanmu, itu pasti akan terlihat romantis nantinya. Oh iya, tenang saja sayang, aku orangnya tidak banyak menuntut, jika aku mempunyai keinginan aku akan berusaha terlebih dahulu sebelum meminta kepadamu. Untuk itu, jangan pernah larang aku untuk menulis ya, aku senang sekali menulis, kamu tentunya tahu hobiku itu. Mudah – mudahan dari menulis aku dapat penghasilan. Sehingga bedak, lipstik, dan keperluan semacam itu aku bisa membelinya sendiri. Karena banyak pria yang tidak tahu perbedaan lipstik 10 ribuan dan 100 ribuan.

Hai, calon imamku kelak.
Kamu ingin punya berapa keturunan? Apakah dua, anak ideal menurut pemerintah? Tapi menurut aku dua kurang ideal sayang, aku maunya tiga. Itu jumlah anak ideal menurut aku. Kenapa? Karena kalau tiga, ketika salah satu bertengkar masih bisa bermain dengan satunya dan tentunya rumah kita juga akan ramaikan? Oh iya, kamu jangan terlalu sibuk ya sayang. Setidaknya dalam sebulan sekali kita keluar bersama jalan – jalan menghabiskan waktu bersama anak – anak kita. Sayang, aku tau kewajibanku sebagai istri adalah mengabdi kepadamu sehingga aku akan selalu menurut apa yang kau katakan. Jikalau memang aku harus meninggalkan kedua orang tuaku atas permintaanmu, aku akan mencoba mengikhlaskan dan menekan egoku. Tetapi satu permintaanku sayang, jangan pernah kamu larang aku ketika aku ingin menemui orang tuaku ya. Aaah, kamu pengertian sekali sayang.

Hai, calon imamku kelak.
Tolong bantu aku untuk menjadi seorang istri solehah ya. Aku masih perlu banyak belajar. Bimbing aku ke jalan lurus sesuai dengan tuntunan agama. Dan aku harap kamu adalah orang penyabar ketika mengajariku, yah karena terkadang aku orangnya tidak fokus dan kemana – mana pikiranku ketika bosan. Jangan lupa tegur aku ketika salah, tenang akupun juga akan menegurmu ketika kamu lalai tanpa sengaja. Semoga kamu memang ditakdirkan Tuhan untuk menuntun aku dan anak – anak kita ke surga nanti J

Hai calon imamku kelak.
Sudah malam ternyata, waktunya aku bobok. Rasanya memang ini masih kurang dan belum menceritakan diriku lebih banyak. Kita simpan saja ya sayang, akan aku ceritakan lagi ketika kita nanti bertemu. Semoga Tuhan segera mempertemukan kita J
Semangat calon imamku.
Dari seseorang yang kelak kan kau panggil "istriku", Rizky Ashyanita
Semoga kamu bahagia dimanapun kamu berada



Ngawi, 3 Agustus 2015