Rabu, 22 April 2015

Mini Bazar Rancangan Usaha Agribisnis 2015

Menjadi seorang mahasiswa pertanian bukan sebuah cita-cita saya sewaktu SD, SMP, atau bahkan SMA. Tetapi takdirlah yang menjadikan saya sebagai seorang mahasiswi pertanian tepatnya seorang mahasiswi agribisnis. Kalau teman – teman ada yang belom tau apa itu agribisni, coba buka di google, disana banyak kok penjelasannya, jadi jangan khawatir :D

Sebagai seorang mahasiswa agribisnis saya dan teman – teman saya dituntut untuk mampu semaksimal mungkin memperbaiki sistem pemasaran hasil pertanian, mengolah hasil pertanian agar memiliki nilai tambah, dan tentunya dapat memanajemen hasil pertanian tersebut. Dari itu akhirnya lahirlah sebuah dedek bayi mata kulih yang bernama Rancangan Usaha Agribisnis. Di mata kuliah itu saya diajarkan untuk membuat suatu rancangan usaha dalam bidang pertanian dengan tetap memperhatikan aspek agribisnisnya.

Jadi, di mata kuliah itu dibagi menjadi beberapa kelompok dengan enam anggota pada masing – masing kelompok. Nah, setiap kelompok tersebut harus membuat produk yang berasal dari bahan hasil pertanian. Produk ini boleh berupa makanan, atau apapun yang terpenting dapat memiliki nilai tambah ketika dijual. setelah melakukan sidang pemilik saham, akhirnya kami memutuskan untuk membuat sebuah produk yang menginovasi dari jajanan tradisional yaitu klepon yang kami berinama “ JAPONESE “.

Logo JAPONESE

Japonese ini merupakan kepanjangan dari Jagung Klepon Es yang ketika pertama kali dikonsep merupakan sebuah klepon dengan es krim didalamnya. Tetapi setelah melakukan beberapa kali tial eror yang hasilnya selalu eror, akhirnya kami mengubah konsepan awal tersebut. Karena nama japonese dapat diartikan dengan banyak versi dan ketidakmampuan kami merealkan konsepan awal tersebut, kami kemudian membuat japonese dengan konsep lain yaituklepon biasa dengan dalamnya cokelat dan irisan jagung lemput yang tetap dibaluri dengan kelapa parut dan ditambah topping es krim vanila dan ekstrak jagung. Dengan konsepan kedua inilah akhirnya sosok japonese benar – benar terlahir di dunia, bukan hanya sekedar angan – angan. Gak hanya itu aja, Japonese juga memiliki beberapa filosofi dari beberapa warna yang ditawarkan. Kalo warna Hijau itu menggambarkan keadaan kita lagi gak ada duit alias bokek, warna hitam menggambarkan suasana galau kita sebagai mahasiswa yang banyak tugas,warna merah menggambarkan suasana hati kita yang berbunga-bunga karena jatuh cinta, dan warna kuning menyimbolkan persahabatan. Dalam penyajiannyapun, agar filosofi itu juga dimengerti oleh para konsumen, kita memberikan bendera kecil di tusukkan japonese dan diberi quote - quote lucu gitu biar pesan yang kita sampaikan tersampai dengan jelas kepada konsumen.

Japonese

Dan pada 19 April 2015 kemarin, kita semua mahasiswa agribisnis mengadakan sebuah mini bazar untuk memperkenalkan produk yang telah kami buat dengan konsepan yang berbeda-beda pada setiap kelompok. Dan pada hari itulah pertama kalinya saya dan tim japonese menjual japonese ke khalayak umum. Sebelum hari H itu, saya sempat membuat beberapa social media untuk Japonese. Biar japonesenya ngeksis jugalah ya gak hanya mata kodok aja yang ngeksis :p Follow ig, ask.fm, dan twitter japonese ya di @japonese2015 , japonese baik kok, pasti di folbek :)

Ngelihat respon dari beberapa teman yang saya promoiin kok kayanya tertarik, saya semakin pede dengan produk saya ini dan ketika kami jualan ternyata produk japonese laris manis. Yang seharusnya kita hanya diminta menjual 30 produk, tim japonese berhasil menjual 45 produk, Alhamdulillah, dan kabar baiknya, setelah kami selesai bazar mini itu masih ada orang – orang yang menannyakan produk japonese, ternyata produk japonese diterima di masyarakat FP :D

Follow ig japonese ya @japonese2015

Sebenarnya banyak produk dari teman – teman yang lucu – lucu dan unik – unik tapi gak bisa saya jelasin panjang lebar disini, soalnya saya belom di endorse sama mereka nih, kalo udah di endorse ntar saya bakal promoin habis – habisan deh :p
Nih sedikit bonus gambarnya produk kelompok lain biar gak penasaran :p

Ini sate dari biji nangka

Maaf, isinya udah abis lupa gak di foto dulu.
itu tadi nugget dari pisang.

Ini teh kopi, jadi ini? hehe

Tenang, ini baru sebagian kecil dari produk teman - teman agribisnis, masih buaaanyaaaak lagi. Penasaran? Berminat nyoba? Tunggu bazar besar kita dibulan mei nanti yak :p

Rabu, 15 April 2015

[ Tutorial ] Make your own Photography Studio with Si Mata Kodok


When i saw my instagram, i think many people compete each other to show their best photo or picture. I know that instagram is one of social media that use to upload the best photo from us so all of people in the world know. Same with them, i have instagram and from instagram i usually tell world that i have photo or new picture.

One day i post my photo with colourfull background in instagram and from this photo i got many comment. There are some people ask me where i took that photo. And there are some people said that my paint wall is so cute with colourfull background. From that condition, finally i answered their question. They didn’t believe when i answered that my background in that photo is from asturo. Asturo is a kind of paper that has many attractive colour. I just attach it to each other and then put it into the wall with glue.

Maybe, from this post i will tell you how to make your own photography studio with si mata kodok.

Read and learn !

First, you need this items. So, prepare it .



Second, you must attach the paper each other and then put it into the wall with glue or something.


Third, attach a tripod and set its position

Fourth, take a position

And


Tadaaaaaaa


Now, you have a swaggy photo with colourfull background

My first edition :p


Gift to my blogger comunity :D

Independence day !

Conan or Sherlock Holmes?

My friends said that " Kekinian style "


Uuuuh, pardon my face -_-

Thank you and don’t forget tag me your photo with your D.I.Y collourfull background in instagram.
Follow my instagram @rizkyashya


See you :*

Senin, 06 April 2015

[ExploreMalang] Pantai Istimewa ( Clungup ) dengan Orang Istimewa ( KK RegIonal Malang )


Perbincangan hangat di Warsu bebrapa hari lalu akhirnya memutuskan kita untuk pergi bareng ke Pantai Clungup yang letaknya di Malang Selatan. Awalnya banyak sekali opsi tempat, namun setelah terjadi perdebatan yang sengit alias pada gak ada respon, saya memutuskan saja untuk pergi barengnya ke Pantai Clungup. Alasannya sih simpel, saya tau tempatnya dan tempatnya sepi, malah bisa di bilang seperti private beach.

Dari pada buat belanja, uangnya buat jalan - jalan #whenyouknowwhatimean

Kami sepakat untuk janjian bertemu di depan UM Malang pada sabtu 21 Maret 2015 pukul 6 pagi, biar nanti sewaktu kita sampai disana tidak terlalu siang dan terik mataharinya tidak terlalu menyengat. Niat kumpul pagi suapaya bisa nyampe pagi hanyalah wacana semata. Hampir semua anggota KK yang konfirmasi untuk ikut sudah pada datang satu per satu, tetapi Mas Rian belum kunjung datang sampai waktu hampir menunjukkan pukul 8. Sebel sih iya, tapi ya masa masalah sepele gitu aja saya harus sebel berkelanjutan. Karena kami semua belum sarapan, untuk mengisi energi pertama kita pagi itu kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu di daerah kerto tepatnya di warung Pecel Kane dan menitipkan motor Mas Rian di kos Ramy. Mungkin disini Ramy sedikit nyesek karena setelah perjalanan jauh dari kos ke UM ia harus kembali lagi ke kosnya #pukpukRamy
Baru keluar dari gang kos Ramy, 8 orang yang ikut dengan 4 motor itu tiba – tiba terpisah, ada yang belok kiri ada yang belok kanan. Ajaib ya, kami hanya ber4 motor aja bisa kepisah apalagi berbanyak motor. Tapi untungnya aja Mas Rian cepet menemui kita dan karena itu akhirnya kita memutuskan untuk memosisikan Mas Rian yang berboncengan dengan Mbak Fasta di tengah biar gak ilang – ilangan lagi.

Setelah sekitar tiga jam perjalanan, akhirnya kita sampai juga di jalan menuju Pantai Clungup. Pantai Clungup ini beda dengan Pantai Clungup yang pertama saya kunjungi. Kalau yang pertama kali saya kunjungi itu Pantainya searah dengan Goa Cina dan kita parkir di Goa Cina masuk menghadap ke pantainya dan jalannya di sebelah kiri. Tetapi yang ini ada jalan sendiri ke Pantai Clungup. Lumayanlah dapet referensi Pantai baru. Setelah melewati jalan tanah yang berbatu, akhirnya kami memutuskan untuk menitipkan motor disalah satu rumah warga dan meneruskannya dengan berjalan kaki bersama.

Secandid apapun, muka saya tetep AIB -__-

Ramy, Bahrul, Mas Hadyan, Mbak Fasta, Ashya, Mas Rian, Dhimas



Setelah berjalan sekitar 10 menitan akhirnya kita sampai juga di pos pertama. Disitu kami membayar tiket masuk, selain itu disitu kami juga ditanyai berapa botol plastik yang dibawa, bungkus plastik yang ada dan barang plastik lainnya. Itu dimaksudkan agar plastik yang kami bawa pergi sama dengan plastik yang kami bawa pulang. Jalan lagi, jalan lagi, dan jalan lagi, sekitar 5 menit dari pos pertama kita sampai di daerah kawasan magrove yang menurut saya sangat mengagumkan sekali. Dari situ kami jalan lagi sekitar 3 menit dan menemukan sebuah pantai yang mirip dengan teluk, dari internet saya menemukan jawaban nama pantai tersebut, kalau tidak salah namanya pantai gatra. Sayang kami tidak mampir melihat lebih dekat dengan pantai tersebut. Sesuai yang saya baca di internet, pantai Gatra merupakan tempat snorkeling terbaik.

Lelah sih, tapi rasa lelah itu terbayar sudah ketika kami melihat hamparan biru kehijauan air nan indah dengan jutaan bahkan miliyaran butiran pasir yang menambah keelokan pantai yang notabene bernama Pantai Clungup. Gak hanya para muda – mudi saja yang berkemah disitu, ternyata banyak keluarga – keluarga yang berkemah ditempat tersebut. Bahkan saya lihat ada juga yang membawa alat bakaran lengkap bersama ikannya. Suatu hari nanti saya ingin pergi ketempat itu bersama keluarga saya, sepertinya menyenangkan :D


Muka aib lagikan -__-




Rasanya baru akhir tahun lalu saya pergi ke pantai bersama keluarga tetapi rasa rindu akan suasana pantai tidak dapat terbendung. Setelah mencari tempat yang lumayan sepi, saya tanpa pikir panjang langsung meluncur ke laut, mungkin ini disebabkan naluri Piscean saya yang tinggi. Ngobrol tentang Piscean, sebenarnya saya sedikit malu karena saya tidak bisa berenang. Jadi kerjaan saya kalau di pantai hanya gulung – gulung di pasir dan nyari ikan, dan yang gak boleh ketinggalan yaitu mengabadikan momen :D

Nunggu orang Galau di bawah Pohon :p

Karena ada seseorang yang galau yaitu Mbak fasta, maka kami memutuskan untuk pulang dibandingkan membiarkan mbaknya galau dibawah pohon itu lebih membahayakan. Diperjalanan pulang jomblowan berceloteh ria mengenai masa-masa SMAnya dan para jomblowati ditinggal dibelakang. Disitu saya mikir, ya pantesanlah mereka jomblo sumpah dari ke enam cowok gak ada satupun cowok yang peka untuk melindungi kaum jomblowati terhomat ini, huuuf =='

Setelah sampai di tempat parkir motor kita, kita bersiap – siap untuk pulang. Dan parahnya sewaktu saya pulang saya ngantuk maksimal, maklum semalem sebelumnya saya nonton konsernya Fatin sampai malam. Kan kata orang bahaya kalo diboneceng ngatuk.  Duuh, maapin ashya ya arul. Ditengah perjalanan sewaktu teman-teman mengisi amunisinya (re:bensin) seketika itu air turun perlahan dan disitulah kami memutuskan untuk berteduh. Ditengah-tengah berteduh teman – teman seperti makhluk kelaparan yang gak makan 3 hari 3 malam, hampir semuanya beli cilok yang dijual bapak-bapak disekitar situ. Karena saya mager nyari uang, jadi saya gak ikutan beli, padahal saya sebenernya laper maksimal. Ketika dirasa hujannya sudah mulai reda, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang.

Pas neduh kehujanan, Bahrul sok candid banget sih :p

Pengalaman yang bener – bener kocak kalau dipikir, dari yang nungguin Mas Rian telat, 4 motor yang terpisah, dan pulang gara-gara orang galau dan berteduh bersama. Ah, gak bakal bisa dilupainlah sama keluarga kocak ini. Terima kasih ya kancut – kancut. Hampir sebulan ini di temani. Mulai dari kopdar, ke acara blog bareng, nongki di warsu bareng, sampai pergi main ke pantai bareng. Ditunggu loh naik ke gunung barengnya, hayo maunya kapan? Aku siap kok, aku siap :p

Bonus, udah kaya ikan belom?

Sabtu, 04 April 2015

[Flash Fiction] CIE

Suara dosen Pancasila sore hari itu hanya terdengar samar – samar ditelinga Sheyla. Ingatan tentang kejadian dua semester lalu membuyarkan konsentrasinya. Mengapa ia bisa mudah sekali jatuh cinta hanya dengan olokan semata? Hanya dengan kata “ Cie “ kepompong dalam hatinya bisa secepat kilat bermetamorfosis menjadi kupu – kupu dan hanya dengan kata “ Cie “ semua hal dalam dirinya berubah bak mantra pesulap “bim salabim “.


Sheyla mencoba menerawang jauh, memaksa otaknya untuk mengingat kembali kejadian – kejadian yang ia alami di dua semester lalu. Tetapi semakin ia mencoba untuk mengingatnya, semakin desakan bulir bening itu muncul kembali.

“Bodoh”, umpatnya dalam hati.

ia mencoba memaki dirinya sendiri karena ia telah melanggar janjinya untuk tidak mengingat kejadian itu. Tetapi semakin ia memaksa untuk tidak mengingatnya, semakin ingatan itu terus dan terus menghantuinya. Sheyla sendiri tidak paham mengapa ingatan itu harus kembali setelah hampir dua semester ini ia berhasil melupakannya.

“Kenan”, desahnya.

 Cowok dengan postur tinggi nan menawan itu berhasil membuat Sheyla gila dan menangisinya berhari – hari. Entah mantra apa yang digunakan cowok tersebut, bahkan rasanya kejadian itu sudah setahun lamanya tapi mantra itu masih saja melekat di diri Sheyla sampai detik ini.

Sheyla tidak akan sampai sejauh ini kalau saja ia tidak mudah terbawa perasaan. Perasaan yang akhirnya harus membawa ia ke lubang dimana ia tidak bisa menutupnya kembali. Tetapi ia juga tidak mau disalahkan sepenuhnya, perasaan itu juga timbul karena teman – temannya. Iya, karena teman – teman Sheylalah yang setiap hari bahkan setiap detik meracuni otaknya dengan satu nama yaitu Kenan.

Mungkin benar apa yang dibilang orang bahwa witing tresno jalaran soko kulino dan Sheylapun juga membenarkan dengan olokan “cie” bisa membuat orang yang tidak suka bisa menjadi suka bahkan cinta. Ia membenarkan itu karena itulah yang Sheyla alami. Kejadian dua semester lalu yang berawal dari olokan itulah yang membuat Sheyla hampir saja membenci Kenan.

Salah, jika akhirnya Sheyla harus memutuskan untuk membenci Kenan atau teman-temannya. Ini mungkin bukan sepenuhnya salah Sheyla, tapi dengan membenci Kenan dan teman-temannya maka akan membuat semuanya lebih buruk lagi. Akan lebih baik jika Sheyla mengikhlaskan dan menjadikan semua itu pengalaman percintaan baru baginya.

Sheyla meninggalkan kelas dengan kepala tertunduk menutupi wajahnya yang sudah sembab karena sedari awal kuliah tadi menangis. Ia masih berharap kalau saja waktu bisa berputar kembali ke waktu dimana ia dengan mudahnya jatuh cinta dengan sosok berkulit hitam itu, ia akan berpikir ratusan juta kali untuk memilih tidak akan menanggapi perkataan teman – temannya. Sheyla merasa bodoh, Sheyla merasa malu, kenapa ia bisa semudah itu jatuh cinta?

Ketika Sheyla membuka tutupan tangannya terlihat sepasang kaki dengan sandal japit bermerk swallow ada dihadapannya. Ia menengadahkan kepalanya ke atas, betapa kagetnya Sheyla melihat sosok Kenan berdiri tepat di depannya, bertepatan di kala ia mengingat dan menangisinya.

“Maaf,” ucap Kenan dengan bibir bergetar

“ Maaf baru sekarang aku menemuimu setelah kejadian dua semester kemarin “

Sheyla tak bisa berkata, ia hanya menatap Kenan dengan tatapan tak percaya dan penuh tanya. Angin apa yang tiba – tiba membawa Kenan kesini. Ada masalah apa lagi Sheyla dengan dia? Sheyla merasa semua masalahnya tentang Kenan, Rina, dan teman – temannya sudah selesai dari dua semester lalu.

“ Ada apa Kenan? “, Sheyla bertanya dengan isakan yang tertahan

“ Maaf jika ada perbuatanku yang menyakitimu. Maaf jika aku tak peduli dengan keadaanmu selama dua semester ini setelah kejadian itu. Dan maaf harus membuatmu tersiksa dengan segala macam omongan orang tentang aku, kamu, dan Rina “.

Sheyla terdiam,

Tik tok tik tok

Hanya terdengar detak jarum jam di tangan Kenan.

Sheyla tak bergeming,

“ Shey, apa kamu mau memaafkan aku? Apa yang bisa aku perbuat untuk menebus kesalahanku?“ Kenan mencoba untuk membuat Sheyla berkata

Sheyla tetap terdiam. Ia bingung harus berkata apa kepada cowok yang dulu sempat menjadi bagian puzzle hatinya.

“ Kenan, “

“ iya? “

Sheyla menghela nafas panjang, “ Bukan waktunya lagi untuk minta maaf dan menyesali semua kejadian yang telah berlalu. Aku mengaku aku juga mengambil andil besar dalam kejadian itu. Andai saja aku tidak mudah jatuh cinta semuanya tidak akan seperti ini. Aku salah mengartikan semua yang terjadi. Mungkin aku juga yang kurang mengerti kalau kamu sebenarnya ada perasaan dengan sahabatku, Rina. Karena kamu terlalu sering denganku jadi semua menganggap kita ada hubungan. Tolong tetap jaga Rina dan tetap berada terus disamping dia. Dan satu hal aku minta padamu...”

“ Iya Shey? “

“ Tolonglah tetap menjadi Kenan yang dulu aku kenal. Tolong jangan berubah setelah semua kejadian ini. Aku rindu Kenan “.

Kenan tersenyum manis, wajah rupawannya kini terlihat lebih mempesona dari sebelumnya. Sheylapun ikut tersenyum sambil mengusap sisa air mata yang masih tersisa dipipinya.

Mungkin ini memang bukan perjalanan indah cinta Sheyla yang ia bayangkan di saat – saat sebelum ia tidur. Tapi dari sinilah Sheyla memahami bahwa semua orang memang mempunyai hak untuk mencintai dan memperjuangkan cintanya tapi tidak berhak untuk memaksakan cinta tersebut. Ia juga akhirnya memahami betapa beratnya memperjuangkan cinta seorang diri, berlari seorang diri, dan pada akhirnya menemukan sebuah jalan yang tak tau ujungnya. Karena semua orang tidak akan tau dimana kisah cintanya akan berujung.



Ngawi, 4 April 2015
Mau ngerjain makalah PKN dan ujungnnya seperti ini

Risol dan Sandal Jepit