Selasa, 31 Maret 2015

BEM FP UB 2015, Amanah Baru Keluarga Baru


Amanah tidak akan salah memilih pundak, satu pepatah yang sering saya dengar akhir – akhir ini. Ya, setelah keputusan saya di semester kemarin untuk tidak akan mengikuti kepanitian ataupun organisasi di kampus ternyata kenyataan tidak berpihak kepada niat saya. Mbak Ria Baso salah satu senior saya di FP dan di BEM pusat tiba – tiba saja menawari saya untuk menjadi salah satu pengurus harian di BEM Fakultas. Awalnya sempat ingin menolak karena saya masih bersikukuh untuk tidak akan mengikuti organisasi dan kepanitiaan di semester ini karena trauma dengan jebloknya IP saya. Tetapi setelah meminta saran dari berbagai orang termasuk salah satunya Mentri saya di BEM Pusat dulu dan permintaan teman saya untuk saya menjadi BPH agar membuat saya lebih maju –katanya-, membuat saya menerima tawaran itu. Sedikit takut memegang amanah yang cukup besar dan pengalaman pertama saya dengan teman – teman di BEM, yang awalnya memang saya satu setengah tahun di BEM Pusat, takut saja susah beradaptasi. Tapi ternyata pikiran saya itu salah, teman – teman di BEM sangat baik dan selalu mengajak ngobrol saya yang akhirnya membuat saya merasa nyaman dan harapan dikemudiannya dapat terus betah di keluarga baru ini.


Di tempat ini saya dipertemukan dengan orang kece seantero FP :p

Salah satu materi oleh Mantan Presiden BEM FP yang sekarang menjadi Presiden BEM Pusat

Pemandangan di Malam Hari serasa di Paralayang

Menjelang Subuh

Pas Sunrise

BEM FP UB 2015 yang saya anggap keluarga baru saya tersebut lebih mampu membius saya ketika kita dengan para staff mengadakan acara Eksekutif Training yaitu acara pengenalan BEM dan pengajaran ilmu baru kepada para staff. Di acara tersebut kekeluargaan BEM FP UB 2015 ini sangat terasa sekali. Dari yang menyajikan konsep ET yang berbeda, yang biasanya nginep di hutan sekarang nginep di villa Panderman hills. Kerja sama pada saat masak – masak bareng, tidur dan bercanda bareng, sampai ngerjain tugas kuliah bareng di sela – sela sibuknya ET. Mereka yang memang sudah lama di BEM dari yang staff muda sampai jadi BPH, gak nganggep saya dan teman – teman BPH yang baru bergabung sama BEM adalah anak bayi yang baru dilahirkan, mereka menganggap kita sama. Dan supernya kerja sama mereka saya acungi jempol, aaaaah...

Cowoknya aja ikutan masak :p

No caption :p

Staffnya BEM FP UB 2015, foto sekece ini sedihnya saya yg motoin -__-

Yes, Aisyah ketemu Fakhri dikehidupan nyataa :p

O iya, FYI aja ya saya di BEM FP UB ini diamanahi menajdi Dirjen Komunikasi Publik. Kerjaannya sih bagi- bagi info gitu. Dari yang megang twitter, line official, facebook, ig. Pokoknya berhubungan dengan sosmed gitu. Padahal saya udah jarang banget buka yang namanya sosial media, kebetulan aja nih dapet amanah begitu, harapannya dapat menjalankan amanah sebaik mungkin. Komunikasi Publik yang saya jalankan ini berada di bawah naungan kementian KOMINFO (Komunikasi dan Informasi) dengan Mentrinya Mas Tito Gagah Rinaldi dan Sekretarisnya Fefi Ramayanti. Di Kominfo ini ada satu Dirjen lagi namanya Budhiawan setiaji yang memegang Perkembangan IT. Dan di Kominfo ini kita punya staff kece – kece dan kompak banget, sampe pas ulang tahun saya kemarin di surprisein gitu, terharuuu *lapingusdulu*. Orang – orang di Kominfo itu asyik – asyik wes kalo di ajak ngobrol, coba deh kenalan sama salah satu di antara mereka :D
Dari yang awalnya saya enggan untuk bergabung karena kenyamanan saya di BEM Pusat akhirnya malah membuat saya terlalu nyaman di keluarga BEM FP UB 205 dan KOMINFO FP UB 2015. Semoga dengan kenyamanan saya itulah awal dari pertanggung jawaban amanah yang saya pegang ini. Semoga saya gak kabur – kaburan dan gak ilang – ilangan. Semoga saya amanah dan gak ngecewain semua orang yang memberi dan mempercayai saya untuk memegang amanah tersebut. Dan semoga ini memang jalan yang terbaik saya untuk bisa menjadi individu yang lebih baik kedepannya.

PH Kominfo, saya, Mas Tito, Aji, kursi kosong diisi Fefi ya :D

Nih, staff kecenya KOMINFO :)

Huuuaaaa, Maata Kodok Fighting nih, semangaaaat ^^9

Gak boleh lupa Narsis :p

Sabtu, 28 Maret 2015

[NONGKI] Nyusu di Warsu bersama Kancut

Setelah pertemuan kita di kopdar KK hari itu, ternyata membuat kita ketagihan untuk ketemu lagi. Mungkin teman – teman KK Malang ini semacam heroine yang nagihin. Setelah mendapat usulan dari kakak Dhimsum untuk ngobrol lucu di Warsu, akhirnya kita sepakat untuk bertemu disana jam 19.00 hari Jumat, 13 Maret 2015.

Satu per satu para kawancut datang dan obrolanpun di mulai. Awalnya saya gak paham mereka semua ngobrolin apa. Mereka layaknya sudah mempunyai pasangan tersendiri, dari ketujuh orang yang datang mereka asyik ngobrol ngalor ngidul. Ada yang ngobrolin komunitas tetangga, kuliah, hobi dan obrolan – obrolan lainnya. Tapi sayang banget gak ada yang ngobrolin masalah blog. Padahal saya pengen banget sharing tentang gimana caranya membuat tampilan blog yang menarik, cara nulis dengan bahasa yang asyik, atau mungkin cara meningkatkan trafic blog. Dan akhirnya obrolan ngalor ngidul berpasangan itu bersatu menjadi sebuah obrolan tentang keinginan main bersama. Banyak sekali usulan wahana wisata yang ingin dikunjungi. Seperti paralayang, bromo, coban, bahkan panderman. Setelah melewati diskusi panjang itu akhirnya disepakati kalau kita akan pergi bersama ke Pantai di daerah Malang Selatan yaitu Pantai Clungup. Kita sepakat untuk pergi pada hari Sabtu, 21 Maret 2015 dan berkumpul di gerbang depan UM.


Diskusi yes :D

O iya, di tengah perdiskusian panjang kita mengenai main. Tiba- tiba Mas Rian terkena bujukan sesat saya untuk menyumbangkan suaranya. Awalnya sih gak mau, tapi pas sudah dipanggungnya malah nyanyi dua lagu, dan pas udah duduk mau nambah lagi.setidaknya dengan majunya Mas Rian membuat semua pengunjung berlomba-lomba menyumbangkan suara perak mereka dan alhasil penyanyinyapun GABUT, hoho.

Setelah menyaksikan penampilan Mas Rian, kita kembali rapat dan kesepakatannya tetep seperti awal. Hari Sabtu.. ke Pantai Clungup kumpul di gerbang UM. Kesepakatanpun telah dicapai, waktunya kancut – kancut yang telah sehat akibat minum susu itu harus pulang. Kejadian konyol nan menggelikan terjadi disini. Karena semua kancut membayar dengan uang biru, alhasil kami yang berniat membayar bersama akhirnya memutuskan untuk membayar langsung ke kasir sendiri. Kasian sama mbaknya yang harus mengeluarkan recehannya untuk mengembalikan uang dari lima puluh ribuan kita, semangat mbak kasir :D



ala - ala anak hits jekardah :p


Dan seperti cerita – cerita dongeng lainnya, setelah itu kita pulang dan hidup bahagia selamanya :D

Kamis, 26 Maret 2015

[Event] Blogpreneur, ngeblog gratis rupiah


Hampir semua orang didunia menghabiskan waktunya untuk mencari uang. Tak ada yang memungkirinya, semua kebutuhan memerlukan uang. Kita sekolah bertahun – tahun lalu lulus dan setelah itu bekerja untuk menghasilkan uang. Uang, uang dan uang, semua butuh uang dan seakan semua mengagungkan uang.

Jika kita telah bekerja, pasti kita akan merasakan betapa susahnya mencari uang. Keringat bercucuran dan kerja keras akan sangat terasa untuk mendapatkan benda itu. Tapi tidak dengan seorang blogger. Selain ia menjalankan hobinya, ia akan dengan mudahnya mendapat penghasilan. Sambil menyelam minum air, itulah salah satu keunggulan dunia perbloggeran.

Suasana setelas acara Blogpreneur.

Blogpreneur sebuah istilah yang menggabungkan dunia blog dengan enterpreneur. Harapannya seorang blogger dapat menjadi entrepreneur sehingga dengan menjalankan hobinya tersebut juga dapat menghasilkan rupiah. Sebuah komunitas blog yaitu Jamban Blogger dan Jemari Muda pada 8 Maret 2015 lalu mengadakan sebuah acara yaitu “ BLOGPRENEUR” yang dalam acara tersebut membahas tentang bagaimana caranya menghasilkan uang dari blog.

Foto bersama dulu :)

Dalam acara tersebut mendatangkan sebuah pembicara yang menurut saya hebat bingitsss yaitu Henasatya yang merupakana foodblogger sekaligus owner dari Jamban Blogger dan Nugraha Ady author dari Si Rantau Kacau sekaligus blogger hebat. Mereka menjelaskan bahwa seorang blogger perlu sebuah Niche blogger untuk blognya. Niche blogger dimaksudkan untuk mengkategorikan blog ke dalam foodblogger, travelblogger, dll. Sehingga apabila kita bekerja sama atau mencari sebuah sponsor untuk blog kita, akan jelas kemana kita harus mencarinya. Dari kerja sama atau sponsor itu kita dapat menghasilkan rupiah. Misalnya apabila kita foodblogger kita dapat bekerja sama dengan cafe atau restoran untuk mengiklankan makanannya dari situ rupiah kita dapatkan. Selain itu untuk mendapatkan penghasilan dari blog kita dapat menggunakan google adsanse. Memang susah untuk menembus google adsanse, tetapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Kekurangan dari google adsanse lainnya yaitu uang akan dapat kita ambil setelah 100 dollar.

Narsis sama KK dulu :p


Arul, Miftah, Mata Kodok, Fasta, Rian

Bagaimana geng? Tertarik jadi blogger? Atau bahkan lebih bersemangat ngeblognya? Yuk, mulai menulis dari sekarang. Siapa tau keberhasilanmu berawal dari sini :)

Selasa, 24 Maret 2015

[Newes] Insurgent, the Divergent Series


Ketidaksukaan saya terhadap film action membuat salah satu teman saya sedikit jengkel. Memang saya adalah seseorang yang melankolis sempurna jadi kalo liat film sukanya liat film yang romantis atau film yang bisa buat saya jadi kebanjiran air mata. Beda dengan film action, sebagai seorang melankolis pasti akan mengatakan bahwa film action adalah film yang kejam, sayapun juga beranggapan demikian. Apalagi di film action pasti akan banyak penembakan, pembunuhan, dan darah yang berceceran. Itu salah satu alasan saya tidak menyukai film action.

Tetapi, rasa ketidaksukaan saya terhadap film action sedikit luntur setelah saya menonton film Divergent. Berawal dari paksaan teman saya untuk menonton film itu, akhirnya dengan terpaksa juga saya menontonnya. Takut, kaget, dan ngeri itulah perasaan awal saya menonton film itu. tapi 10 menit kemudian saya malah menikmati jalan cerita film tersebut. Film yang menceritakan sebuah negara dengan pembagian faksi didalamnya membuat saya penasaran dan ingin cepat - cepat melanjutkannya. Tetapi setelah film itu usai dengan ending yang menurut saya sangat aneh karena membuat saya penasaran, membuat saya menginginkan cerita selanjutnya. Harapan saya ternyata tidak sia-sia, Film yang diadaptasi dari sebuah trilogi itu ternyata akan dirilis seri keduanya yaitu "Insurgent". Disitu saya ingin sekali cepat melihat terusan ceritanya.


Mendengar dari teman yang juga menantikan film itu, bahwa Insurgent telah tayang di bioskop membuat saya ingin segera ke bioskop. Gak tanggung-tanggung, rasa capek yang melanda karena baru selesai aksi pagi itu tak menggoyahkan kemauan saya untuk menonton film tersebut. Jadi, hari minggu kemarin tanggal 22 Maret 2015 saya dan teman saya akhirnya nonton juga film tersebut. Awalnya agak pesimis mengenai kursi, takut aja kalo kursinya udah full soalnya filmnya baru ditayangin 20 Maret kemarin. Mungkin karena rezeki anak solehah, kita masih dapat tempat duduk, yay :)

Setelah berhasil meloloskan diri, Tris dan Four kini berada di daerah Amity. Disaat itu Tris memutuskan untuk merubah penampilannya karena merasa masih bersalah dengan kematian orang tua dan teman baiknya. cerita berlanjut sampai pasukan Jeanine menyerbu Amity untuk mencari seorang Divergent agar ia dapat membuka sebuah kotak yang ia temukan di reruntuhan rumah orangtua Tris. Dari situ pergejolakan dimulai, ketika Tris bertemu dengan Insurgent yag ternyata pemimpinnya adalah ibu Four, kakaknya Celeb memisahkan diri darinya, dan Tris yang menyerahkan diri ke Jeanine untuk membuka kotak itu karena ia adalah seorang Divergent 100 %.


Bagi seorang yang tidak terlalu menyukai film action menurut saya film ini udah sangat mengerikan. Banyak darah berceceran disana. Mungkin pendapat ini akan berbeda untuk yang menyukai film action. Setidaknya teka-teki kelanjutan film itu sudah terjawab disini. Menurut saya ending di film ini kurang greget dari pada film pendahulunya. Jika saya tidak penasaran dengan apa yang ada dibalik tembok yang melindungi negri itu mungkin saya tidak akan memutuskan untuk menonton kelanjutan dari trilogi ini. Tapi overall saya suka sama filmnya, jalan ceritanya mungkin yang saya suka. Dan di Insurgent ini akhirnya dua faksi yang di film Divergent tidak tayangkan, di film ini ditayangkan posisinya.

Untuk kalian yang penasaran, udah deh tonton aja. Gak rugi kok menurut saya, ya setidaknya aklian tidak penasaran lagi, hehe

Senin, 23 Maret 2015

[Event] Ketika Kancut- Kancut Merah Berkumpul #4MazingKK

 Sudah sejak 4 Januari yang lalu postingan terakhir saya di blog ini. Serasa benar-benar ngelupain kehidupan kedua saya. Bahkan untuk kembali saya terkadang malu dan sungkan. Tidak mengelak dari alasan klasik mengenai istilah sibuk, gak ada waktu, gak ada paketan dll. Memang saya tidak memungkiri kehidupan nyata terus memaksa saya untuk berlari menjauh dari kehidupan maya saya. Tapi pada 28 Februari 2015 lalu, seakan semuanya berubah. Saya sadar, sepersekian detikpun saya masih mempuanyai waktu untuk kehidupan maya saya, mungkin gak akan seintensif dulu tapi saya harus mencoba untuk menyeimbangkan keduanya.



28 Februari 2015 waktu dimana keinginan untuk kembali menuliskan catatan kehidupan di blog kembali. 28 Februari waktu dimana suatu komunitas blogger unyu lahir. Dan 28 Februari waktu dimana saya ditemukan dengan sebuah keluarga baru yang memberi semangat di kehidupan maya saya. Yup, 28 Februari 2015 salah satu komunitas blogger bernama Kancut Keblenger merayakan ulang tahunnya yang ke 4. Untuk merayakan hari jadinya tersebut diadakanlah suatu kopdar serempak diseluruh Indonesia. Tidak mau ketinggalan, Malang sebagai salah satu Regional dimana anggota dari komunitas tersebut cukup banyak ikut memeriahkan acara kopdar serempak itu.

Setelah melewati ritual panjang dari penentuan lokasi dan lain – lain, akhirnya disepakatilah kopdar 28 Februari tersebut diadakan di taman depan balai kota jam 10 dengan dres code merah. Karena exitednya saya dengan kopdar tersebut membuat saya grogi dan malah jatuh sakit. Sebenernya gak sakit parah sih, Cuma kekepoan saya menjadikan mata saya digigit hewan genit. Pendek ceritanya ada lubang di tembok kelas, saya penasaran, saya intip, mata digigit, dan infeksi. Jadi, hubungannya dengan kopdar dan mata sakit adalah saya tidak bisa tampil sempurna, huhu. But, dengan pertolongan dokter cakep akhirnya saya bisa datang juga di kopdar itu, meskipun dengan mata bengkak satu.

Lobang yang pernah saya intip -__-

Tepat pukul 10.20 saya sampai juga di balai kota. Baca chatan di BBM, teman-teman kumpul di bawah pohon depan balai kota. Karena semangat, saya gak lihat orang – orang disekita dan langsung saja saya menuju ke depan balai kota menghampiri segerombolan orang berbaju merah. Sedikit ada yang mengganjal sih, dari kejauhan saya tidak menemukan sosok Ramy di gerombolan itu. Saya tidak berpikiran negatif, mungkin saja saya lupa dengan mukanya karena kita pernah ketemunya juga sekali dan kedua mungkin efek mata yang sipit sebelah membuat penglihatan saya yang rabun menjadi tambah parah. Setelah saya samperin gerombolan itu dan saya bertanya apakah itu gerombolah KK, mereka malah kebingungan dan mengartikan KK dengan Kartu keluarga, disitu saya sedikit syok dan memastikan bahwa gerombolan itu pasti bukan KK, pasti. Dan akhirnya saya melakukan pencarian lagi dan ketemu juga KK yang original, iya KK : Kancut Keblenger.

Ditengah – tengah obrolan yang saya gak tau menjurusnya kemana tiba – tiba saja langit yang tadinya terang benderang berubah menjadi kelabu dan gelap. Fix, itu pertanda hujan akan turun dan kita memutuskan untuk mecari tempat berteduh. Dan pilihannya jatuh ke Taman Benthoel Trunojoyo depan Stasiun Malang Kota Baru. Gak ada jarak 3 menit kita sampai di taman itu, air dari atas begitu saja tumpah mengguyur semua yang ada dibawahnya termasuk taman itu. Dan dibarengi angin yang sedang berlomba meniupkan kekuatannya, membuat kita berdusel-duselan mencari tempat teraman dari serangan kedua zat tersebut. Alhasil, kita tetep basah, hip hip horaay !

ciwi-ciwinya KK Malang

Mungkin air diatas sana mulai habis, jadi air yang tumpah tinggal tetesan-tetesan unyu yang membuat kita memutuskan untuk makan Bakso dulu sebelum meneruskan pembuatan video #4mazingKK. Tidak pernah terbayangkan oleh saya betapa ribetnya makan Bakso. Makan bakso yang biasanya mudah tinggal pergi ke abang – abang bakso atau menunggu abang – abang bakso lewat kini harus ditempuh dengan menyebrang genangan air besar yang tidak mungkin begitu saja dilewati. Kalo dilewati langsung saja sepatu dan baju kita basah. Jadi, untuk makan bakso kali ini saya harus naik kursi, menyebrang banjir, dan hap, sampai juga di tempatnya. Setelah energi terisi kembali, kamipun memutuskan untuk melanjutkan misi yang tertunda yaitu membuat video. Dari pengalaman – pengalaman kocak menemukan gerombolan KK, sebuah video hits Malangpun akhirnya tercipta. O iya, sebelom pulang kami sempatkan untuk bertukar kado. Terimakasih yang telah memberikan saya komik conan. Jujur saya orangnya males baca loh kecuali novel dan materi kuliah -__-

Ketika kancut – kancut merah Malang berkumpul disitulah awal dari sebuah cerita baru tentang perbedaan kepala, perbedaan strata, dan perbedaan darah yang menjadikan pertemuan ini sulit untuk dilupakan begitu saja dan menjadikan sebuah ikatan baru terbentuk, bukan ikatan rangkap dua antara atom karbon yang disebut alkena melainkan sebuah ikatan hobi yang sama dalam suatu keluarga bernama KK Regional Malang.

Special thanks to Pak Jendral Ramy, Dhimas, Bahrul, Mas Hadyan, Feready, Mas Rian, Mbak Fasta, Mbak Rizki, Tara, Masitha, Asti, Fandini, Mbak Ria, dan yang belum kesebut maafin yaa aku lupa siapa aja. Terima kasih banyak :)