Senin, 01 September 2014

Siapa FIKRI ?



Itu yang hitam putih fotonya Fikri gaaais :D

Well, pasti kalian bertanya – tanya dengan judul posting saya diatas? Udahlah ngaku aja. Pasti kalian kemal alias kepo maksimal dengan sosok Fikri yang dengan khususnya saya jadikan judul postingan. Apakah fikri ini adalah salah seorang yang telah berhasil membuat saya jatuh cinta dan berhasil membuat saya move on dari seorang cowok Bego berkulit hitam itu, itu yang pernah saya tulis? Atau mungkin fikri ini artis baru yang gantengnya melebihi Al Ghazali dan Aliando? Atau mungkin fikri ini sosok yang dikagumi dijajaran MK seperti itu? Eh, atau mungkin Fikri ini masih mempunyai sodara dengan aceng fikri? Hahaha, bukan. Fikri yang saya maksud disini adalah Fikri Dolasmantya Surya mahasiswa baru disebuh universitas di malang pada tahun 2013. Dan saya tahu kok pertanyaan kalian selanjutnya, kenapa saya mengangkat dia sebagi judul postingan saya? Ada apakah dengan si Fikri ini? Jeng jeng jeng jeng…..

Jadi begini ceritanya teman – teman. Fikri adalah salah seorang mahasiswa baru tahun 2013 jurusan planologi di salah satu universitas di Malang. Seperti mahasiswa baru lainnya di setiap universitas di Indonesia, Fikri harus menjalani kewajibannya sebagai maba yaitu mengikuti Ospek yang diadakan di universitasnya tersebut. mungkin setiap universitas bahkan setiap jurusan memiliki ospek yang berbeda dengan universitas dan jurusan yang berbeda pula. Contohnya di universitas saya ospek mungkin hanya upacara dan mendengarkan materi serta games – games kecil, mungkin ospek di universitas saya akan berbeda dengan universitas lain yang mungkin ospeknya lebih ringan atau malah lebih berat dari universitas saya. nah, ospek di jurusan Fikri ini naasnya lebih kejam dari ospek yang mungkin teman – teman jalani. Kalo ospek ditempat saya gak ngebolehin melakukan masa orientasi diluar kampus kalau universitasnya si fikri ini ngebolehin. Dan pada ospek jurusannya Fikri ini dilakukan jauh dari universitasnya yaitu di Pantai Goa Cina. Terdapat kabar bahwa si Fikri ini meninggal disela ospek yang ia ikuti dan parahnya meninggalnya si fikri ini diduga tidak wajar. Ada yang bilang si fikri ini meningggal karena kekerasan yang ia alami pada ospek tersebut dan ternyata ada juga yang menambahi kalau di ospek tersebut juga telah terjadi pelecehan seksual oleh senior ke juniornya. Info lebih lengkapnya atau jika kurang puas cari di google.

Ini sok candid gitu pas suruh nulisin gimana ospek seharusnya :D

Mungkin dari setip individu itu akan mempunyai pendapat dan mengartikan ospek itu sendiri-sendiri. Ada yang lebih suka ospek dengan kekerasan ada juga yang lebih suka ospek Cuma duduk dengerin materi. 
Kalau menurut saya sih ospek seharusnya bukan dijadikan ajang balas dendam kepada adek tingkatnya, tetapi lebih mengutamakan pembelajaran ke adik tingkatnya agar bisa jauh lebih baik kedepnnya. Namanya juga pengenalan kehidupan di kampus seharusnya ospek juga lebih mengutamakan pengenalan birokrasi, jajaran dekanat, unit aktivitas mahasiswa, belajar menjadi mahasiswa yang baik, pokoknyayang berhubungan dengan kampus sih oke oke aja menurut saya. kalau mengenai kekerasan itu sebenarnya tujuannya buat apa? Apa dengan kekerasan mahasiswa bisa jadi lebih baik? Adanya sih dendam tiap tahun. Kalau tentang yang kaka senior marahin adek tingkatnya sih menurut saya masih gapapa toh biasanya kaka senior marah kita gak rugi apa – apa, suara mereka ini yang habis. Dan kalo mereka suruh kita jawab itu sebenernya ngelatih kita untuk berani berbicara, karena kuliah itu beda sama sekolah men. Kita dituntut untuk lebih berani mengutarakan pendapat kita jadi kita gak pasif kaya di sekolah. Yang terpenting itu jangan sampai kekerasan fisik kaya yang dialami Fikri apalagi pelecehan seksual, ini gak banget.

O iya, kenapa saya nulis kaya gini. soalnya kemarin pagi pas saya CFDan ada sekelompok pemuda dari universitas diseluruh Malang mengadakan aksi peduli Fikri gitu. Saya salut sama mereka soalnya mereka masih mau peduli dengan kasus Fikri ini. Yah, kalo kalian tau aja sih, sebenernya kasus Fikri ini sangat ditutup-tutupi oleh universitasnya. Bahkan reporter dari salah satu situs berita online mau minta keterangan dari universitas tersebut aja dilempar – lempar kesini kesana.pokoknya kasus ini ditutupi banget. Bahkan gak semua orang tau kasus Fikri ini saking ketatnya penutupan informasinya. Maka dari itu saya tertarik banget sama kasus ini dan selalu mengikuti kelanjutan beritaya. Tapi sayang banget sampai sekarang belum ada yang dijadikan tersangka dalam kasus ini, padahal udah hampir setahun. Yah semoga aja yang terbaik untuk kasus ini segera diberi jalan.

Jadi, ospek itu sebaiknya gimana mblo?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar