Sabtu, 06 September 2014

Back to Campus with Si Mata Kodok



Hufeeeet, semester tiga akan segera dimulai gais. Besok, iya besok udah semester tiga aja. Dan ini berarti saya bukan lagi maba, okeey saya sudah tuaaa sekarang. OMG, I can’t believe that. Perasaan baru kemarin sibuk ospek dan sekarang udah harus jadi kakaaak. I’m not ready if my junior will call me “ Kakak “. Hahaha

Semester tiga ini saya bakalan super sibuk. Dimulai dari amanah kepanitiaan Olimpiade Brawijaya sampai bulan oktober, panitia ulang tahun Himpunan sampai bulan desember, kuliah yang udah 6 sks berangkat pagi pulang sore tanpa jeda, dan parahnya saya masuk kelas horror. Inilah hidup, mau tidak mau harus tetp dijalani dan bersyukur.

Untuk menyambut semester tiga, saya benar – benar mempersiapkan diri saya dari sekarang. Soalnya sudah tau bakalan sibuk jadi apapun harus dipersiapkan, seperti pepatah “ sedia paying sebelum hujan “, hehe

Jadi, apa yang kalian perlukan untuk menyambut semester tiga ini? ( ini tips juga berlaku untuk seluruh mahasiswa dimanapun kalian berada kok )

First of all, persiapkan niat kalian. Jangan menunda – nunda kepulangan kalian ke kota perantauan ya. soalnya kalian juga butuh adaptasi di kota perantauan. Minimal 3 hari sebelum masuk kuliah kalian udah ada dikotperantauan. Jadi,tiga hari itu bisa kalian gunakan buat bersih – bersih kamar kos, beli kebutuhan ini itu, dan temu kangen sama temen. 

Yang kedua, buat list yang ingin kalian capai disemester  tiga ini. Missal isi listnya, ipk disemester tiga 3,9 ( amin ya rob ), minimal menang satu lomba, ikut kepanitian, dapat pacar maba, jalan – jalan ke papua. Yah, pasti kalian punyalah daftar apa aja yang ingin kalian lakuin di semester tiga atau semester baru ini, tulis aja. Kalau perlu tulis yang gede, temple didinding, dan jadiin itu sebuah motivasi kalau kalian lagi capek atau down di tengah – tengah semester ini.


Yang ketiga, siapkan alat –alat kuliah. Alat – alat kuliah itu misalnya pulpen, buku, laptop, flashdisk, ya pokoknya lat kuliahlah. 



Yang keempat, siapkan alat – alat tambahan. Maksudnya alat – alat tambahan disini itu missal parfum, bedak, headset, tissue, gunting, dan lain – lain. Maklum, kuliah dari pagi sampai sore jadi menurut saya itu semua penting. Gak maukan pas kuliah nyium bau gak enak dari badan sendiri? Pasti keki, apalagi kalau ada geetan. So, selalu wangi di campus itu perlu dan wajib. Hehe



Dan, yang terakhir jangan lupa tentukan skala prioritas kalian. Pasti kalian semua tau mana yang lebih penting dan mana yang belum terlalu penting. Ini harus dipersiapkan dari sekarang. Sudah tau sibuk, jadi dengan menyiapkan skala prioritas itu setidaknya dapat menjauhkan kita dari hal – hal yang gak penting masuk kekehidupan kita.

Apa lagi yak?? Udah, itu aja sih menurut saya yang perlu disiapin buat menyambut semester baru. Mungkin ada ide lain untuk menymbut semester baru??

Senin, 01 September 2014

Siapa FIKRI ?



Itu yang hitam putih fotonya Fikri gaaais :D

Well, pasti kalian bertanya – tanya dengan judul posting saya diatas? Udahlah ngaku aja. Pasti kalian kemal alias kepo maksimal dengan sosok Fikri yang dengan khususnya saya jadikan judul postingan. Apakah fikri ini adalah salah seorang yang telah berhasil membuat saya jatuh cinta dan berhasil membuat saya move on dari seorang cowok Bego berkulit hitam itu, itu yang pernah saya tulis? Atau mungkin fikri ini artis baru yang gantengnya melebihi Al Ghazali dan Aliando? Atau mungkin fikri ini sosok yang dikagumi dijajaran MK seperti itu? Eh, atau mungkin Fikri ini masih mempunyai sodara dengan aceng fikri? Hahaha, bukan. Fikri yang saya maksud disini adalah Fikri Dolasmantya Surya mahasiswa baru disebuh universitas di malang pada tahun 2013. Dan saya tahu kok pertanyaan kalian selanjutnya, kenapa saya mengangkat dia sebagi judul postingan saya? Ada apakah dengan si Fikri ini? Jeng jeng jeng jeng…..

Jadi begini ceritanya teman – teman. Fikri adalah salah seorang mahasiswa baru tahun 2013 jurusan planologi di salah satu universitas di Malang. Seperti mahasiswa baru lainnya di setiap universitas di Indonesia, Fikri harus menjalani kewajibannya sebagai maba yaitu mengikuti Ospek yang diadakan di universitasnya tersebut. mungkin setiap universitas bahkan setiap jurusan memiliki ospek yang berbeda dengan universitas dan jurusan yang berbeda pula. Contohnya di universitas saya ospek mungkin hanya upacara dan mendengarkan materi serta games – games kecil, mungkin ospek di universitas saya akan berbeda dengan universitas lain yang mungkin ospeknya lebih ringan atau malah lebih berat dari universitas saya. nah, ospek di jurusan Fikri ini naasnya lebih kejam dari ospek yang mungkin teman – teman jalani. Kalo ospek ditempat saya gak ngebolehin melakukan masa orientasi diluar kampus kalau universitasnya si fikri ini ngebolehin. Dan pada ospek jurusannya Fikri ini dilakukan jauh dari universitasnya yaitu di Pantai Goa Cina. Terdapat kabar bahwa si Fikri ini meninggal disela ospek yang ia ikuti dan parahnya meninggalnya si fikri ini diduga tidak wajar. Ada yang bilang si fikri ini meningggal karena kekerasan yang ia alami pada ospek tersebut dan ternyata ada juga yang menambahi kalau di ospek tersebut juga telah terjadi pelecehan seksual oleh senior ke juniornya. Info lebih lengkapnya atau jika kurang puas cari di google.

Ini sok candid gitu pas suruh nulisin gimana ospek seharusnya :D

Mungkin dari setip individu itu akan mempunyai pendapat dan mengartikan ospek itu sendiri-sendiri. Ada yang lebih suka ospek dengan kekerasan ada juga yang lebih suka ospek Cuma duduk dengerin materi. 
Kalau menurut saya sih ospek seharusnya bukan dijadikan ajang balas dendam kepada adek tingkatnya, tetapi lebih mengutamakan pembelajaran ke adik tingkatnya agar bisa jauh lebih baik kedepnnya. Namanya juga pengenalan kehidupan di kampus seharusnya ospek juga lebih mengutamakan pengenalan birokrasi, jajaran dekanat, unit aktivitas mahasiswa, belajar menjadi mahasiswa yang baik, pokoknyayang berhubungan dengan kampus sih oke oke aja menurut saya. kalau mengenai kekerasan itu sebenarnya tujuannya buat apa? Apa dengan kekerasan mahasiswa bisa jadi lebih baik? Adanya sih dendam tiap tahun. Kalau tentang yang kaka senior marahin adek tingkatnya sih menurut saya masih gapapa toh biasanya kaka senior marah kita gak rugi apa – apa, suara mereka ini yang habis. Dan kalo mereka suruh kita jawab itu sebenernya ngelatih kita untuk berani berbicara, karena kuliah itu beda sama sekolah men. Kita dituntut untuk lebih berani mengutarakan pendapat kita jadi kita gak pasif kaya di sekolah. Yang terpenting itu jangan sampai kekerasan fisik kaya yang dialami Fikri apalagi pelecehan seksual, ini gak banget.

O iya, kenapa saya nulis kaya gini. soalnya kemarin pagi pas saya CFDan ada sekelompok pemuda dari universitas diseluruh Malang mengadakan aksi peduli Fikri gitu. Saya salut sama mereka soalnya mereka masih mau peduli dengan kasus Fikri ini. Yah, kalo kalian tau aja sih, sebenernya kasus Fikri ini sangat ditutup-tutupi oleh universitasnya. Bahkan reporter dari salah satu situs berita online mau minta keterangan dari universitas tersebut aja dilempar – lempar kesini kesana.pokoknya kasus ini ditutupi banget. Bahkan gak semua orang tau kasus Fikri ini saking ketatnya penutupan informasinya. Maka dari itu saya tertarik banget sama kasus ini dan selalu mengikuti kelanjutan beritaya. Tapi sayang banget sampai sekarang belum ada yang dijadikan tersangka dalam kasus ini, padahal udah hampir setahun. Yah semoga aja yang terbaik untuk kasus ini segera diberi jalan.

Jadi, ospek itu sebaiknya gimana mblo?