Kamis, 21 Agustus 2014

[ Picisan ] P-U-P-U-S



Pas baca dengerin deh soundcloudnya, heheu
terinspirasi dari temen blogger, heheu

Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya

Hei kamu,
Iya kamu yang selalu bilang BEGO, apa kabarmu sekarang? Masihkah kau setia dengan kata – kata kebesaranmu itu, Bego? Bego, sepertinya kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang aku rasakan saat ini. Aku juga tidak tahu rasa macam apa ini, tapi aku yakin rasa ini kaulah penyebabnya. Semenjak pertemuan terakhir kita sebulan setengah yang lalu, aku jadi lebih sering merasakan nyeri di dada. Aku pikir aku terkena asma atau penyakit paru lainnya tapi ternyata aku salah. Rasa nyeri ini aku rasakan dikala aku mengingat dirimu. Tak hanya itu saja bego, tiap hari aku juga ingin mengetahui kabar terbaru darimu. Lebih parahnya lagi aku sekarang jadi susah tidur, bayang wajahmu itu terlalu terekam baik diingatanku dan kau juga tak pernah absen hadir disetiap bunga tidurku. Apa mungkin ini yang dinamakan “ Aku Merindukan dirimu? “ jika memang iya, betapa susahnya penyakit ini disembuhkan selain bertemu denganmu?

Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu

O iya Bego, hatimu sekarang apa kabar? Baik – baik sajakan dia? Sudahkah dia mencair? Atau mungkin dia masih beku seperti yang kau katakan pada teman – teman malam itu di Paralayang? Aaah, bicara Paralayang jadi ingat malam itu. Malam dimana aku dipaksa berboncengan denganmu dan malam dimana aku kena “ DARE” dan harus mengungkapkan kalimat yang aku sangat benci sekali mengungkapkannya kepadamu. Bahkan aku harus mengungkapkannya 3 kali. Masihkah kau mengingatnya Bego? Hahaha, jadi malu sendiri aku mengingat malam itu. Kalau saja kamu tahu, sejujurnya apa yang aku katakan waktu itu adalah apa yang aku ingin katakan sekarang padamu. Tapi sudahlah, aku terlampau malu untuk mengatakannya lagi padamu. Biar saja kau tak mengetahuinya, itu akan lebih baik.

Aku persembahkan hidupku untukmu
Telahku relakan hatiku padamu

Bego, ingatkah kau smsku yang ngingetin ujian itu? Jika kau masih mengingatnya sebenarnya aku hanya sms itu padamu, tapi karena aku malu jadi ya seperti itu smsku, seperti aku sedang ngejarkom teman yang lain juga. Dan jika kau masih mengingatnya, pagi harinya ketika kau ujian, aku datang ketempatmu ujian dan membawakan sekotak makanan untukmu. Padahal waktu itu harusnya aku pergi ke dokter karena badanku demam. Tapi apa yang aku lakukan? Aku lebih mengkhawatirkan dirimu daripada diriku sendiri. Dan semoga kau juga masih mengingat kejadian konyol di pagi itu ketika aku bersalaman denganmu dan tak sengaja aku menciumkan tangnmu kekeningku. Aaaah bego, aku sepertinya sudah kecanduan sifat begomu itu…

Namun kau masih bisu, diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara

Tapi bego, sepertinya percuma saja aku melakukan semua itu. Kau masih saja jadi orang paling “ BEGO “ yang aku kenal. Kau tetap saja diam dan tak pernah memberiku isyarat bagaimana sebenarnya isi didalam hatimu itu…

Baru ku sadari, cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk, sluruh hatiku

Bego, sepertinya sekarang aku tahu sebutan yang cocok untuk kita berdua. Ya, Cinta Bertepuk Sebelah Tangan. Kenapa aku baru menyadari ini setelah sekian bulan aku “ suka “ padamu. Rasanya itu seperti tercabik – cabik ketika teman – teman tak sengaja mengolok kau dengan dia dihadapanku. Meskipun aku tahu sebenarnya kau tak suka dengan gadis itu. Tapi tetap saja hati ini rasanya sakit, mungkin kau tahu bagaimana rasa sakit itu?

Semoga waktu akan mengilhami sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban hingga akhirnya kaupun tahu

Jujur, sebenarnya aku tak tahu sejak kapan aku bisa benar – benar mendeklarasikan kalau aku suka sama kamu. Mungkin ketika teman – teman tak hentinya menjodohkan kita itulah awal kepompong itu berubah menjadi kupu – kupu. Aku tahu, mungkin karena aku adalah sosok gadis melankolis jadi dengan mudahnya aku bisa menyukaimu. Terlebih kau mempunyai tabiat yang baik. Dan itu semua berbeda denganmu. Kau adalah sosok yang sedang beku hatinya dan tentu saja kau akan susah membalas rasa sukaku padamu. Tapi bego, bolehkah aku berharap, meskipun harapan itu kecil? Jika boleh, aku berharap semoga saja semua keajaiban berpihak kepadaku dan sedikit demi sedikit bisa meluluhkan hatimu yang beku hingga kaupun tahu apa yang aku rasakan.

Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu

Bego, bego, bagaimana bisa aku menyukaimu sampai seperti ini. Dulu aku pikir ini hanya rasa suka sementara dan akan hilang dengan berjalannya waktu. Tapi ternyata aku salah, aku benar – benar suka dengan sosok berkulit hitam dan berhidung mancung itu. Aaah, sudahlah bego. Kau tak akan pernah paham dengan apa yang aku rasakan. Jikalau memang rasa sukaku ini tak bisa kau balas. Bolehkah aku tetap menyukaimu sampai aku benar – benar bisa melupakanmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar